Sektor Infrastruktur dan Konsumsi Masih Dijagokan

NERACA

Jakarta – Masih positifnya pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya daya beli masyarakat, seiring dengan pertumbuhan masyarakat kelas menengah yang mencapai 12 juta jiwa menjadi berkah bagi saham sektor domestik, khususnya infrastruktur dan konsumsi karena memberikan sentimen positif kedepan.

Oleh karena itu,sebagian analis menilai sektor ini akan mengalami pertumbuhan yang cukup pesat dibandingkan sektor komoditas yang sudah melewati masa keemasannya. Saham sektor infrastruktur tahun ini, Kata Vice President Head of Invesment CIMB Principal Asset Management, Fadlul Imansyah, menjadi primadona bagi para investor. Pasalnya, selain banyaknya sentimen positif seiring dengan giatnya pembangunan infrastruktur pemerintah melalui proyek MP3EI juga pertumbuhan labanya melesat tajam 50%di 2012.

Dia menuturkan, pertumbuhan laba emiten sektor infrastruktur diproyeksikan tidak jauh berbeda dengan tahun lalu dan bakal tumbuh dikit, “Tahun ini laba sektor infrastruktur akan tumbuh dikit dibandingkan tahun lalu,”ujarnya di Jakarta kemarin.

Meskipun demikian, dirinya menyakini sektor ini masih akan terus bagus kedepan dan tidak tutup kemungkinan akan jauh bergerak melesat. Sementara untuk target return fund dari saham sektor ini, dia memperkirakan akan tumbuh 18% dari pertumbuhan indeks.

Tengok saja, laba bersih PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) naik 29,20% menjadi Rp505,12 miliar pada 2012 dari periode sama sebelumnya Rp390,94 miliar. Kondisi yang sama juga dialami PT Adhi Karya Tbk (ADHI). Dimana laba komprehensif perseroan naik 16,34% menjadi Rp211,92 miliar dari periode sama sebelumnya Rp182,15 miliar.

Tidak jauh berbeda juga dengan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) yang membukukan laba komprehensif naik 47,49% menjadi Rp254,36 miliar pada 2012 dari periode sama sebelumnya Rp172,45 miliar. Sementara PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) juga berhasil membukukan kenaikan laba bersih 2012 sebesar 29% dari tahun sebelumnya Rp 240,22 miliar menjadi Rp 309,68 miliar.

Rilisk Reksa Dana Baru

Maka atas dasar pertimbangan itulah, CIMB Principal Asset Management (CPAM) meluncurkan produk reksa dana baru yaitu, CIMB Principal Indo Domestic Equity Fund, “Reksa dana saham ini berfokus pada perusahaan dengan pertumbuhan pendapatan yang kuat dan diuntungkan dari keadaan domestik Indonesia. Karena itu, portofolionya akan dititikberatkan pada sektor konstruksi, properti, semen, otomotif dan perbankan, “kata Presiden Direktur CPAM, Reita Farianti.

Dia menjelaskan, reksa dana ini akan di investasikan minimum 80% pada sektor domesktik seperti infrastruktur dan konsumsi. Sementara sisanya, 20% akan ditempatkan di instrument efek bersifat ekuitas yang diterbitkan oleh perusahaan yang bergerak pada sektor yang tidak terkait langsung dengan sektor infrastruktur dan konsumsi.

Selain itu, kepan CPAM juga bakal menerbitkan lima produk reksa dana baru. Diantaranya, satu reksa dana terproteksi, dua reksa dana saham konvensional dan syariah dan dua lagi, reksa dana saham campuran, “Diharapkan produk ini bisa segera terbit dalam waktu dekat tahun ini juga,”kata Reita.

Dia menuturkan, untuk target dana kelola dari produk CIMB Principal Indo Domestic Equity Fund sebesar Rp 300 miliar. Sementara target dana kelola yang terproteksi sekitar Rp 100-200 miliar, “Ini semua tergantung kuartal penerbitannya, semakin akhir penerbitannya semakin kecil ekspektasinya,”tandasnya.

Sebagai informasi, hingga Februari 2013 ini dana kelola yang terproteksi sudah mencapai Rp 90 miliar. Disamping itu, diharapkan ada dua bank yang menjasdi distribusi untuk produk reksa dana ini baik asing ataupun lokal. (nurul)

BERITA TERKAIT

Infrastruktur: Katakan Apa Adanya Meski Pahit

Oleh: Sarwani Bank Dunia tengah mendapatkan sorotan publik terkait sikapnya yang plin plan menanggapi laporan yang dibuat oleh lembaga itu…

OJK Sebut DP 0% Gairahkan Sektor Produktif

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim kebijakan penghapusan uang muka kendaraan bermotor pada perusahaan…

Tutup CGV di Mall of Indonesia - Graha Layar Masih Agresif Buka Layar Baru

NERACA Jakarta –PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) menutup kegiatan operasional layar lebar CGV di pusat perbelanjaan Mall Of I…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…