Pekan Ini, BEI Panggil Manajemen BUMI - Klarifikasi Soal Saham di BRMS

NERACA

Jakarta –Belum adanya kejelasan grup Bakrie soal pengurangan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) di PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS), memaksa PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memanggil manajemen BUMI dan BRMS pada pekan ini terkait pemegang saham di BRMS.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen menuturkan, pihaknya akan menanyakan kepada manajemen BUMI dan BRMS mengenai isu yang beredar. Hal itu terutama mengenai perubahan kepemilikan pemegang saham di PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS). “Kami mau panggil mereka minggu depan untuk menanyakan isu yang beredar. Yang benar yang mana untuk kepemilikan pemegang saham di BRMS. Kalau memang ada informasi turun jadi siapa yang naik, sehingga dapat mengklarifikasi siapa yang ada naik, dan kalau ada pengalihan,” katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Selain itu, BEI juga akan melakukan konfirmasi ke Biro Administrasi Efek (BAE) mengenai perubahan kepemilikan pemegang saham BRMS. Sekedar informasi, PT DMS Investama menjadi salah satu pemegang saham PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS) sebesar 11,93%. Hal itu disampaikan Biro Administrasi Efek (BAE) Perseroan yaitu PT Sinartama Gunita dalam keterbukaan informasi.

Berdasarkan laporan pemegang saham tersebut, pemilik saham PT Bumi Resources Mineral Tbk antara lain PT Bumi Resources Tbk sebesar 33,52% atau 8,57 miliar saham. Selain itu, ada Long Haul Indonesia sebesar 12,80% atau setara 3,27 miliar saham, dan PT DMS Investama sebesar 11,93% atau setara 3,05 miliar saham.

Sebelumnya, BUMI telah mengurangi kepemilikan saham di BRMS menjadi 10,67 miliar lembar saham atau setara dengan 41,73% dari total saham BRMS. Menurut Biro Administrasi Efek PT Sinartama Gunita, Manajemen BUMI telah melakukan divestasi kepemilikan saham BRMS. \"Dengan demikian, kepemilikan saham BUMI dan Long Haul Indonesia menjadi sebanyak 13,94 miliar lembar saham atau setara 54,53% dari total seluruh saham BRMS yang beredar,\" kata Manajer Corp. Action Sinartama Gunita, Septarina.

Karena jika dilihat dalam laporan tersebut, pertanggal registrasi 08 Maret 2013, kepemelikan BUMI di BRMS mengalami penurunan atau menjadi 10,67 miliar lembar saham atau 41,73% dari Februari kemarin sebesar 11,54 miliar lembar saham atau 45,13%. Namun, kepemilikan Long Haul Indonesia di BRMS tidak mengalami perubahan atau masih memegang 3,27 miliar lembar saham atau 12,80% dari total seluruh saham BRMS yang beredar.

Menanggapi hal tersebut, Direktur dan Corporate Secretary Bumi Resources Dileep Srivastava pernah bilang, kepemilikan saham BUMI di BRMS tetap sama dan tidak mengalami perubahan. Manajemen Bumi Resources menegaskan bahwa sampai dengan saat ini masih memiliki dan menguasai 87,09% saham di BRMS.

Dia juga menegaskan besar kepemilikan saham tersebut tetap sama dan tidak berubah. “Kami sampaikan juga bahwa tidak ada perubahan terhadap rencana strategis (strategic intent) perseroan untuk mengurangi utang dengan cara memonetisasi aset-aset non inti dengan harga yang wajar,”tandasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…

Sikapi Kasus Pemalsuan Deposito - BTN Yakinkan Nasabah Kondisi Kinerja Masih Solid

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyatakan perseroan dalam kondisi kinerja yang solid dengan performa perusahaan…

ADHI Catatkan Kontrak Baru Rp 6,8 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan Agustus 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp6,8 triliun.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PLN Terbitkan Surat Utang Rp 5,7 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat struktur permodalan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggalang dana hingga Rp 5,7 triliun dari penerbitan surat…

Bidik Pasar Ekspor Timor Leste - Japfa Targetkan Volume Ekspor 1000 Ton

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan pasar ekspor, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) melakukan ekspor perdana produk pakan ternak ke…

Pendapatan Merdeka Copper Naik 66,95%

NERACA Jakarta - Emiten pertambangan logam, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengantongi pendapatan US$191,77 juta pada semester I/2019 atau…