Pelayaran Nasional Raih Pendapatan US$34,31 Juta

NERACA

Jakarta-PT Pelayaran Nasional Bina Buara Raya (BBRM), emiten yang bergerak di bidang jasa penyewaan kapal mencatatkan pendapatan US$34,31 juta di 2012 atau tumbuh 110,64% dibandingkan tahun lalu sebesar US$ 16,28 juta.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta akhir pekan kemarin. Disebutkan, laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat sebesar 167,11%, atau menjadi US$7 juta pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya US$2,62 juta.

Sementara beban langsung tercatat meningkat menjadi US$18,16 juta dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$9,87 juta. Laba bruto perseroan meningkat menjadi US$16,15 juta pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya US$6,41 juta.

Pendapatan lainnya mengalami peningkatan menjadi US$5,88 juta, YoY dari US$4,54 juta. Laba per saham dilusi menjadi 0.002604, YoY dari 0.003063. Sementara total liabilitas perseroan turun menjadi US$83,25 juta dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$87,83 juta.

Adapun nilai ekuitas perseroan tercatat mengalami peningkatan menjadi US$56,71 juta pada 31 Desember 2012 dari periode sama tahun sebelumnya US$22,66 juta. Kas dan bank meningkat menjadi US$3,32 juta pada 31 Desember 2012 dari periode sama sebelumnya sebesar US$1,48 juta.

Belanja Modal

Sementara untuk mendukung kinerja perseroan di tahun ini, perseroan menyebutkan akan menganggarkan belanja modal sebesar US$ 46 juta atau Rp 437 miliar. Kata Direktur BBRM, Sean Latip, anggaran belanja modal tersebut akan digunakan untuk membeli dua kapal tongkang Anchor Handling and Tug Supply (AHTS). “Anggaran belanja modal tersebut akan kami gunakan untuk pembelian 2 kapal tongkang AHTS dengan kecepatan 8000 horse power,” jelasnya.

Pihaknya berharap dengan penambahan dua kapal AHTS tersebut akan dapat meningkatkan kinerja perseroan di industri pelayaran. Rencananya, kedua kapal tersebut bisa mulai beroperasi pada 2014.

Adapun dana pembelian kedua kapal berasal dari internal perseroan serta dana hasil IPO dan beberapa pinjaman bank. “Komposisi pinjaman perbankan sebesar 70% berasal dari bank asing dan bank lokal.” ujarnya.

Sementara Presiden Direktur PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk, Loa Siong Bun pernah mengatakan, dengan melihat pertumbuhan pendapatan dan adanya penambahan kapal tongkang serta kapal penunjang lepas pantai, pihaknya optimistis dapat memperoleh laba sekitar US$ 8,2 juta dari pencapaian di semester pertama 2012 sebesar US$4,2 juta. (lia)

BERITA TERKAIT

Gandeng Perusahaan Tiongkok - Kresna Berambisi Terdepan Garap Bisnis Starup

NERACA Jakarta-Sibuk membawa beberapa anak usahanya go public dan juga sukses mengembangkan bisnis digitalnya, PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN)…

Bangun Kompleks Petrokimia - Chandra Asri Petrochemical Dapat Tax Holiday

NERACA Jakarta – Sebagai komitmen patuh terhadap pajak, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mendapatkan keringanan pajak atau tax holiday…

Ekspansi Bisnis di Kongo - 10 Perusahaan Indonesia Garap Proyek Strategis

NERACA Jakarta – Membidik potensi pasar luar negeri dalam pengembangan bisnisnya, The Sandi Group (TSG) Global Holdings bersama entitas bisnisnya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tambah Fasilitas Produksi Gas - Sale Raya Targetkan Dana IPO US$ 100 Juta

NERACA Jakarta — Menggeliatnya industri minyak dan tambang (migas) dimanfaatkan langsung PT Sele Raya untuk mencari permodalan di pasar modal…

Danai Belanja Modal - Smartfren Kantungi Pinjaman Rp 3,10 Triliun

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnisnya, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), melalui PT Smart Telecom meraih kredit dari China Development…

Selesaikan Lilitan Utang - MYRX Tawarkan Aset dan Konversi Saham

NERACA Jakarta – Menyampaikan itikad baik untuk melunasi utang akibat gagal bayar atas pinjaman individu, PT Hanson International Tbk (MYRX)…