Investasi Perhotelan Ditargetkan US$1 Miliar - Sepanjang 2013

NERACA

Jakarta - Daya tarik Indonesia sebagai negara yang mempunyai berbagai macam pariwisata berpengaruh besar terhadap investasi hotel. Hal itu juga didukung dengan meningkatnya pertumbuhan kelas menengah seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup baik. Dengan demikian, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menargetkan investasi perhotelan mencapai US$1 miliar di 2013 ini.

\"Tren investasi di perhotelan cukup bagus setiap tahunnya. Kerana hampir setiap tahun, investasi hotel selalu mengalami peningkatan. Pada 2011, investasi hotel di Indonesia US$289 juta. Mengalami peningkatan hampir 200% pada 2012 yang mencapai US$689 juta,\" ungkap Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar ketika ditemui seusai acara Astindo Fair 2013 di Jakarta, akhir minggu lalu.

Ia menjelaskan ada 16 daerah yang menjadi target investor untuk investasi hotel, antara lain Sulawesi, Sumatera, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali. \"Investasi hotel trennya naik. Bahkan hotel lux kita mengalahkan China. Tahun ini bisalah tembus sampai US$ 1000 juta (US$ 1 miliar),\" katanya.

Sapta menjelaskan, naiknya masyarakat kelas menengah juga didukung oleh tingginya angka GDP Indonesia yang sudah tembus Rp 1000 triliun. \"Kita termasuk GDP ke-15 dari negara-negara besar. Ini hasil yang signifikan,\" cetusnya. Ia menambahkan, pihaknya juga menargetkan pergerakan perjalanan domestik tahun ini sebanyak 250 juta perjalanan. Angka ini lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya 245 juta perjalanan.

Menurutnya, perjalanan wisatawan domestik terus meningkat setiap tahunnya. Hal itu membuat perusahaan penerbangan terus meningkatkan armadanya. Sapta mencontohkan, untuk rute ke Palembang sebelumnya hanya 3 penerbangan namun sekarang meningkat menjadi 27 penerbangan. Selain itu, Jogja yang sebelumnya hanya mencapai 7-8 penerbangan, sekarang hampir 100 penerbangan per hari, Lampung dahulunya hanya 1 penerbangan, sekarang 8-9 penerbangan per hari. \"Ini peningkatan yang signifikan. Astindo (Asosiasi Perusahaan Agen Penjual Tiket Penerbangan Indonesia) juga memberi kontribusi yang bagus. Tujuan wisata favorit dulu hanya Bali, sekarang geser ke Lombok, sebentar lagi akan bergeser ke NTT, Pulau Komodo,\" paparnya.

Prospek Cerah

Salah satu situs perjalan terbesar di dunia, TripAdvisor melansir TripAdvisor Index yang merupakan survei mengenai perhotelan terbesar di Indonesia dan menempatkan prospek industri hotel di Indonesia di posisi teratas dalam hal prospek dan profitabilitas. Posisi Indonesia itu mengungguli Brasil yang berada di posisi kedua, Rusia di posisi ketiga, Amerika Serikat pada posisi keempat dan India di posisi kelima.

Survei yang dilakukan TripAdvisor bukanlah sembarang survei. Hal ini mengingat institusi tersebut dalam surveinya melibatkan 25.000 responden dari pengusaha hotel di seluruh dunia, dimana 399 responden di antaranya berasal dari Indonesia. Dari hasil survei terdapat beberapa temuan penting mengenai tren industri perhotelan saat ini. Salah satu hasil utama hasil survei tersebut menyatakan, Indonesia berada di posisi pertama di dunia untuk hotel-hotel yang memiliki prospek bisnis terbaik, dan [bisnis perhotelan] benar-benar atau sangat menguntungkan pada 2012.

TripAdvisor Industry Index menegaskan iklim ekonomi saat ini, karena hotel-hotel di Asia Pasifik, Amerika Utara dan Amerika Latin memiliki kemungkinan dua kali lipat untuk mendapatkan keuntungan dalam enam bulan terakhir dibandingkan hotel-hotel di kawasan EMEA (Eropa, Timur Tengah dan Afrika). Memang harus diakui bahwa Indonesia yang memiliki lebih dari 17.100 pulau yang mana 6.000 pulau di antaranya sudah berpenghuni serta memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dengan 300 suku dan etnis serta 742 bahasa dan dialek di dalamnya. Ini adalah potensi Indonesia yang bisa dikembangkan dalam konsep pengembangan industri pariwisata nasional.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Wiryanti Sukamdani menilai dengan peningkatan jumlah wisatawan asing (wisman) ke Indonesia turut menggairahkan industri perhotelan. Itulah sebabnya, tahun depan, pembangunan hotel akan terus bertambah, khususnya hotel ekonomi atau hotel bujet.

Untuk itu, dia memperkirakan, pada 2013, akan bertambah 50.000 hingga 100.000 kamar hotel di Indonesia. Adapun di tahun ini jumlah kamar yang tersedia mencapai 240.000 kamar dari 15.300 hotel di seluruh Indonesia. “Tahun depan tren di hotel bujet, hotel bintang tiga, dan lima,” ungkap Wiryanti.

Accor, jaringan operator hotel internasional, misalnya, berencana membuka setidaknya 28 brand Hotel Ibis untuk tiga tahun ke depan. Perinciannya, delapan Hotel Ibis, sembilan Hotel Ibis Style, dan 11 Ibis Budget. Hotel baru juga akan semakin banyak bermunculan di kota-kota besar tujuan wisata utama, seperti Bali dan Jakarta. Rata-rata tingkat okupansi hotel di Jakarta mencapai 70% dan di Bali mencapai 90%.

Menurut Wiryanti, tren di Jakarta lebih banyak ke hotel bujet karena wisman yang berkunjung ke ibu kota lebih banyak untuk bisnis. Sedangkan penambahan hotel di Bali lebih banyak hotel berbintang tiga dan lima. Saat ini pembangunan hotel baru sudah mulai merambah ke tingkat kabupaten dan pulau-pulau kecil di Indonesia. “Kami juga mendorong pembangunan hotel di luar daerah wisata yang sudah umum, sehingga wisatawan bisa melanjutkan kunjungan dari Bali, misalnya, ke Pulau Komodo,” ungkap dia.

Related posts