BSM Terus Genjot Gadai Syariah

NERACA

Bogor - PT Bank Syariah Mandiri (BSM) akan terus mengembangkan bisnis gadai syariah melihat potensi pasarnya masih sangat besar, sehingga BSM akan melakukan sinergi pelayanan yang prima untuk menjangkau masyarakat lebih jauh.

\"Besarnya bisnis gadai tersebut itu adalah karena bisnis itu pada 2013 diperkirakan mencapai Rp100 triliun bahkan bisa meningkat tiga kali lipat dari jumlah tersebut,\" kata Direktur Utama BSM, Yuslam Fauzi di Bogor, Jawa Barat, Kamis (21/3).

Yuslam Fauzi mengatakan, anak usaha Bank Mandiri itu akan mengoptimalkan pelayanan transaksi gadai emas dengan menambah jumlah outletnya yang diharapkan mencapai 50 outlet pada tahun ini. BSM saat ini memiliki enam outlet dan ditambah 10 outlet lagi sehingga totalnya menjadi 16, yang tiga outlet dari 10 outlet itu siap diluncurkan.

\"Kami akan meluncurkan tiga outlet tersebut dan tujuh outlet lainnya yang akan diluncurkan kemudian ,\" jelasnya. Menurut dia, penambahan outlet itu, karena sejak dibuka enam outlet tersebut, BSM dalam sebulan telah meraih dana masyarakat di atas Rp11 miliar.

Tambah outlet Melihat potensi pasar yang cukup besar dalam bisnis gadai tersebut, mendorong BSM akan terus menambahkan jumlah outletnya hingga mencapai 150 outlet pada 2014 mendatang. Dia menambahkan, PT Bank Mandiri Tbk sebagai pemilik BSM juga akan memberikan dukungan lebih jauh baik mengenai teknologi maupun keuangan agar BSM bisa memberikan layanan sebagaimana yang diharapkan masyarakat luas.

“Makin banyaknya jumlah outlet itu, maka BSM akan makin dikenal masyarakat dalam pemberian layanan transaksi syariah di dalam negeri,” katanya. Dia mengatakan, banyaknya jumlah outlet itu akan mendorong dana masyarakat BSM terus meningkat sehingga kredit yang diberikan kepada nasabah khususnya Usaha Kecil dan Menengah (UKM) bisa dalam jumlah yang besar.

Besarnya perkembangan pasar itu, lanjut Yuslam, juga terlihat dari omzet BSM pada 2009 lalu yang mencapai Rp3,83 triliun, sedangkan omzet gadai di Indonesia pada 2015 sebesar Rp306 triliun. [ardi]

BERITA TERKAIT

Piko Hidro Disiapkan untuk Bantu Terangi Papua

      NERACA   Jakarta - Dibandingkan 32 provinsi lain yang ada di Indonesia, rasio elektrifikasi di Papua dan…

Tarif LRT akan Dibanderol Rp12 ribu

    NERACA   Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengemukakan bahwa perkiraan tarif tiket kereta layang ringan…

Program PKH Dinilai Ubah Perilaku Hidup

    NERACA   Jakarta - Program Keluarga Harapan (PKH) berdasarkan survei independen MicroSave Colsulting Indonesia berdampak signifikan mengubah perilaku…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Yakin Dana Amnesti Pajak Tidak Kembali ke Asing

    NERACA   Jakarta - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menyatakan hingga masa penahanan dana (holding period)…

Eksploitasi Air Tanah Sebabkan Penurunan Tanah Jakarta

    NERACA   Jakarta - Penurunan tanah (landsubsidence) di DKI Jakarta salah satu faktornya adalah disebabkan eksploitasi air tanah…

Internet Lambat Ikut Hambat Bisnis

    NERACA   Jakarta - Lembaga riset global Legatum Institute mengungkapkan bahwa koneksi internet yang lambat dan bandwidth jaringan…