Visa Jalankan Investigasi - Pencurian Data Kartu

NERACA

Jakarta - Perusahaan teknologi alat pembayaran dunia Visa sedang melakukan investigasi secara menyeluruh atas laporan adanya dugaan pencurian data kartu pembayaran yang diproduksi Visa. Dalam siaran pers Visa di Jakarta, Kamis (21/3), menyebutkan bahwa pihak Visa bisa memastikan bahwa tidak ditemukan kejanggalan pada sistem proses transaksi utama Visanet.

Pihak Visa menyatakan akan terus melakukan pemantauan terhadap jaringannya untuk menemukan kegiatan transaksi yang tidak wajar, karena keamanan pemegang kartu merupakan prioritas utama Visa. Pihak Visa juga menganjurkan pemegang kartu untuk selalu memantau rekening mereka secara teratur, teliti dalam meninjau bukti-bukti transaksi dan segera menginformasikan bank bila ada aktivitas yang tidak wajar.

Sementara itu, General Manager Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) Steve Marta mengatakan pihaknya juga sedang melakukan investigasi terhadap kasus ini, yang diduga terjadi ketika kartu konsumen digesek dua kali (double swipe) saat melakukan transaksi, yaitu data kartu digesek di kasir komputer milik merchant setelah transaksi di EDC bank.

Menurutnya, AKKI akan terus bekerja sama dengan segala pihak terkait, termasuk penyedia kartu pembayaran untuk memastikan penegakkan terhadap regulasi pelarangan double swipe, sehingga dapat mencegah risiko-risiko terjadinya kasus seperti ini lagi.

Sebelumnya, Bank Indonesia meminta Visa bertanggung jawab soal pencurian data nasabah kartu kredit Bank Mandiri dan BCA yang terjadi ketika digunakan berbelanja di toko Body Shop di Indonesia.

\"Dari informasi kami, di sistem kami tidak ada yang kena fraud. Ini memang data kartu kredit tersebut disalin dan disalahgunakan di luar negeri. Seharusnya Visa yang bertanggung jawab,\" kata Direktur Akunting dan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Boedi Armanto. [ardi]

BERITA TERKAIT

CHA: Harus Ada Perlindungan Hukum Atas Data Pribadi

CHA: Harus Ada Perlindungan Hukum Atas Data Pribadi NERACA Jakarta - Calon Hakim Agung (CHA) Tahun 2018 dari Kamar Perdata,…

Presiden: Tantangan Ekonomi 2019 Tidak Mudah - KERJA SAMA BI-KEMENKEU KENDALIKAN DATA EKSPOR IMPOR

Jakarta-Presiden Jokowi menilai tantangan ekonomi di 2019 tidak mudah. Pasalnya, sumber utama tantangannya masih berasal dari sentimen global. "Ke depan,…

BPS Sumsel Tetap Independen Sediakan Data Riil Lapangan

BPS Sumsel Tetap Independen Sediakan Data Riil Lapangan NERACA Palembang - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank BUMN Minta Pengaturan Bunga Deposito

      NERACA   Jakarta - Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) memandang saat ini industri perbankan masih memerlukan pengaturan…

Realisasi KUR 2018 Capai Rp120 Triliun

      NERACA   Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memastikan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang 2018…

BNI Belum Putuskan Soal Kerjasama WeChat dan Alipay

    NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (BNI) masih belum menentukan keberlanjutan kerja sama dengan dua perusahaan…