Tahun Ini, Ancol Bangun Water Park di Ragunan - Nilai Investasi Rp 40 Miliar

NERACA

Jakarta –Ekspansi bisnis PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) di sektor rekreasi tidak berhenti hanya menghadirkan wahana baru. Pasalnya, perseroan berencana membangun water park di Ragunan, Jakarta Selatan dengan nilai investasi sebesar Rp 40 miliar.

Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Budi Karya Sumadi mengatajan, investasi pembangunan water park akan diambil dari belanja modal tahun ini sebesar Rp 1 triliun, “Kita mau buat semacam water park di Ragunan. Jadi kita mau kerjasamalah. Investasi engak besar Rp 30-40 miliar diambil dari capex tahun ini,”katanya di Jakarta, Kamis (21/3).

Menurutnya, rencana ekspansi bisnis ini telah mendapatkan restu dari pemegang saham pemerintah daerah DKI Jakarta. Sebagai informasi, tahun 2012 perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 180 miliar. Dimana sebanyak 45% dari laba itu atau setara Rp 81 miliar disetorkan ke pemegang saham mayoritas yaitu Pemprov DKI Jakarta.

Kata Budi, dana itu sebagian masuk ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta dan sebagian lagi ke pemegang saham publik. Ancol sendiri kebagian Rp 50 miliar dari Rp 81 miliar tersebut, “Yang disumbang ke APBD kira-kira 45% dari laba. Jadi 45% itu sebagian ke publik, yang DKI 75%-nya sekitar 50 miliar. Yang penting entertaint orang tapi tetap bisa ngasih uang,\"ujarnya.

Disebutkan, perolehan laba di tahun 2012 ditopang berbagai proyek perseroan, mulai dari properti sampai taman hiburan. Cara dorongnya kita bangun apartemen, townhouse. Kita intensifikasi bangun indoor Dufan, ecopark, harapannya lebih bagus,”paparnya.

Untuk kontribusi taman hiburan Dunia Fantasi (Dufan) terhadap laba Ancol masih cukup tinggi, mencapai 30-35%. Tiap tahun, emiten berkode PJAA ini mencetak pertumbuhan laba sebesar 12-15%.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan laba bersih sebesar Rp 190 miliar dan laba naik 11,76% dari target perolehan laba bersih tahun 2012 ini. Nantinya, proyeksi laba bersih akan terus ditopang margin yang dipertahankan sebesar 10%. Sementara itu, target pendapatan 2013 naik 18% dari target tahun 2012 sebesar Rp 1,1 triliun menjadi Rp 1,3 triliun. Rencananya, pengembangan bisnis Ancol akan membidik bidang properti, yakni perhotelan dan apartemen. Dimana diharapkan, melalui segmen bisnis ini akan menyumbang pendapatan Rp 800 miliar. Sementara, dari bisnis rekreasi menyumbang, Rp500 miliar. (bani)

Related posts