Masih Yakin IPO Melesat Capai Target - Tiga Emiten Listing Semester I

NERACA

Jakarta- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku ada beberapa perusahaan yang sedang menyiapkan untuk melepas sahamnya ke publik. “Senin mendatang akan ada pencatatan saham PT Dyandra Media International, lalu ada beberapa perusahaan lainnya akan menyusul,”kata Direktur Utama BEI, Ito Warsito di Jakarta, Kamis (21/3).

Menurutnya, pencatatan saham melalui IPO masih cukup diminati di tengah kondisi pasar saham yang menguat (bullish). Oleh karena itu, pihaknya optimistis terhadap prospek perusahaan melakukan penawaran saham perdana di tahun ini akan berjalan sesuai dengan target. “Selama Indonesia masih bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi, maka prospek IPO tetap bagus.” ujarnya.

Selain pelaksanaan IPO di tahun ini pun, lanjut dia, kinerja IPO di seluruh sektor pun diperkirakan masih akan bertumbuh positif. Selain itu, pihaknya juga mendukung adanya beberapa sinyalemen yang menyatakan bahwa perusahaan berkategori usaha kecil menangah (UKM) dapat melakukan IPO. Pasalnya, peraturan bursa memungkinkan bagi usaha tersebut untuk menjadi perusahaan publik.

Sejauh ini, kata dia, Bursa Efek Indonesia memberikan fasilitas agar dimanfaatkan oleh emiten sebaik-baiknya. Dengan perusahaan mencatatkan sahamnya di BEI, maka sumber pendanaan untuk melakukan ekspansi akan bervariasi, tidak hanya berasal dari perbankan.

IPO BUMN

Untuk rencana pelaksanaan IPO Badan Usaha Milik Negara (BUMN), ada PT Semen Baturaja dan diharapkan dapat dilakukan tahun ini. “Diharapkan pencatatan BUMN dapat terealisasi pada tahun ini, “ujarnya.

Menurut Direktur Pengaturan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Retno Ici, tidak sulit jika perusahaan BUMN ingin melakukan IPO, “Aturan tidak ada yang sulit, sama saja. Tapi kalau dari sisi BUMN memang harus mendapatkan persetujuan dari DPR dulu,”tuturnya.

Tercatat dari 141 BUMN, saat ini baru 18 perusahaan yang berhasil masuk daftar di BEI. Rencananya, untuk mendorong IPO BUMN, lanjutnya, pihak OJK bersama Kementerian BUMN akan melakukan pertemuan untuk hal ini.

Sementara Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen mengatakan, sebanyak tiga perusahaan akan melakukan penawaran umum saham perdana pada semester I tahun ini. “Calon emiten itu sudah bertemu dengan kami. Mereka rencananya pakai buku laporan keuangan Desember 2012 sebagai salah satu syarat pengajuan IPO, paling cepat listing (pencatatan saham) semester I ini,” jelasnya.

Disebutkan Hoesen, calon emiten tersebut yaitu PT Mitra Pinasthika Mustika (MPM), PT Austindo Nusantara Jaya (ANJ), dan PT Dharma Satya Nusantara (DSN). Dalam penawaran sahamnya, pihak otoritas mengimbau agar perusahaan tersebut dapat melepas sahamnya sebesar 20% ke publik. “Persentasenya dikatakan tergantung pricing-nya. Tetapi kita menghimbau mendekati 20% dan jangan 10%.” ujarnya.

Menurutnya, sebagai penjamin pelaksana emisi efek, PT Mitra Pinasthika Mustika, distributor sepeda motor di Surabaya, Jawa Timur telah menunjuk PT Indopremier Securities. Sementara PT Dharma Satya Nusantara yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, menunjuk PT Ciptadana Securities. Adapun PT Austindo Nusantara Jaya menunjuk PT Bahana Securities sebagai penjamin pelaksana emisi efek. (lia)

BERITA TERKAIT

Overburden Capai 55 Juta Ton - Samindo Klaim Produksi Lampaui Target

NERACA Jakarta -PT Samindo Resources Tbk (MYOH) telah merampungkan operasional overburden dan produksi tahun lalu dengan capaian melebihi target. Disebutkan,…

Realisasi Restribusi Perizinan DPMPTSP Kota Sukabumi Lebihi Target - Kasi Pelayanan Perizinan: Terus Sosialisasikan Izin Menggunakan Sistem OSS

Realisasi Restribusi Perizinan DPMPTSP Kota Sukabumi Lebihi Target Kasi Pelayanan Perizinan: Terus Sosialisasikan Izin Menggunakan Sistem OSS NERACA Sukabumi -…

Harga IPO Rp 180 Per Saham - Citra Putra Realty Raup Dana Rp 93,6 Miliar

NERACA Jakarta – Resmi mengantungi pernyataan efektif untuk melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) dari Otoritas…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Harga Saham Melorot Tajam - Saham Cottonindo Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Perdagangan saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami…

Kuras Kocek Rp 460,38 Miliar - TBIG Realisasikan Buyback 96,21 Juta Saham

NERACA Jakarta - Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah membeli kembali atau buyback saham dari…

KINO Akuisisi Kino Food Rp 74,88 Miliar

PT Kino Indonesia Tbk (KINO) akan menjadi pemegang saham pengendali PT Kino Food Indonesia. Rencana itu tertuang dalam perjanjian Jual…