Data Cadangan Migas Diharapkan Lebih Akurat - Andalkan Survei Seismik 2D

NERACA

Jakarta - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Edy Hermantoro mengatakan akan mengandalkan survei seismik 2D untuk mendapatkan data yang akurat untuk mendapatkan potensi migas nasional.

\"Dengan survei seismik 2D maka diharapkan bisa memperoleh data yang akurat mengenai cadangan migas di Indonesia. Sehingga ketika ditawarkan kepada perusahaan/operator migas akan lebih menarik. Jadi nanti jual Wilayah Kerjanya (WK) lebih tinggi,\" ujar Edy di Jakarta, Kamis (21/3).

Terkait dengan pendanaan untuk melakukan survei tersebut, Edy mengaku akan mengandalkan anggaran negara. Namun, hingga kini pihaknya belum menghitung besaran kebutuhan pelaksanaan survei seismik 2D. \"Kami akan mengandalkan dana negara, tetapi kami belum menghitung besarannya,\" lanjutnya.

Menurut dia, wilayah kerja yang sangat berpotensi memiliki cadangan migas yang besar berada di wilayah Indonesia bagian Timur, atau lebih tepatnya di laut dalam (off shore). \"Wilayah off shore timur Indonesia lebih berpotensi, karena umur geologi lebih tua sehingga diprediksi cadangan migasnya masih cukup banyak,\" imbuhnya.

Edy pernah mengatakan bahwa survei seismik 2D akan dilakukan oleh Ditjen Migas sepanjang 4.000 km di sepanjang Teluk Salawati dan 9 km oleh Badan Geologi ESDM di daerah perbatasan dekat Filipina. Jika survei ini dapat dilakukan dengan baik, maka pada 2014, Pemerintah akan mendapatkan tambahan data-data yang cukup berkualitas.

Mengenai kualitas survei seismik 2D, menurut Edy, cukup baik. Cadangan migas yang diperoleh di Lapangan Gendalo dan Jangkrik, merupakan contoh hasil survei seismik 2D. Edy menilai iklim investasi migas di tanah air saat ini masih cukup baik. Setidaknya ini terlihat dari banyaknya proposal yang diterima Pemerintah untuk melakukan studi bersama atau joint study. \"Sekarang kita terima aplikasi hingga 49 (proposal) untuk investasi,\" katanya.

Sementara itu, pada 2012, Kementerian ESDM telah melelang 14 wilayah kerja migas. Dari hasil lelang tersebut, dana eksplorasi yang akan dikeluarkan oleh para pemenang mencapai US$84 juta. Sedangkan pemerintah mengaku mengantongi dana dari signature bonus senilai US$ 15,5 juta setara Rp 148,8 miliar. Untuk itu, Edy berharap agar para pemenang lelang benar-benar mewujudkan komitmennya untuk menyelesaikan proyek yang telah ditandatanganinya. \"Saya harap ke 14 perusahaan ini dapat benar-benar berkomitmen dan bersungguh-sungguh untuk menyelesaikan proyek ini,\"ungkapnya.

Data Kementerian ESDm melaporkan, komitmen pasti ekplorasi dari 14 pemenang lelang tersebut untuk 3 tahun masa eksplorasi berupa studi geologi dan geofiksika, survei seismik 2D sepanjang 7.700 km, survei seismik 3D seluas 960 km2, yang kemudiaan dilanjutkan pemboran sumur. Total dana untuk seluruh kegiatan itu diperkirakan mencapai US$ 84 juta.

Keperluan dana tersebut diantaranya digunakan untuk studi geologi dan fisik total mencapai US$ 10,2 juta, survei seismik 2D total US$ 34,57 juta, survei seismik 3D sebesar US$ 14,9 juta, dan pemboran sumur mencapai US$ 24,6 juta. Mengenai sisa perusahaan yang lain, mereka akan melakukan pengeboran dalam tahun keempat dan tahun kelima. Artinya 9 perusahaan yang lain akan diperpanjang kontraknya.

Target Eksplorasi

Rencananya, pada tahun ini akan dilakukan pengeboran sumur eksplorasi sebanyak 258 sumur, pengeboran sumur pengembangan sebanyak 1.178 sumur, work over sumur produksi sebanyak 1.094 sumur. Selain itu juga akan dilakukan survei seismik 2D dengan panjang seluruhnya mencapai 18.752 km, survei seismik 3D seluas 22.298 km2 dan kegiatan non seismik sebanyak 7 kegiatan.

Dari hasil kegiatan pengeboran sumur pengembangan ditargetkan akan ada tambahan produksi sebesar 75.044 barel minyak per hari dan produksi gas sebesar 587 juta kaki kubik per hari. Kegiatan work over diharapkan menghasilkan produksi minyak sebesar 33.595 barel per hari dan gas sebesar 333 juta kaki kubik per hari, well service diharapkan mampu menghasilkan produksi minyak sebesar 13.052 barel per hari dan produksi gas sebesar 18 juta kaki kubik per hari.

\"Dengan demikian, rencana kegiatan pengeboran sumur pengembangan, work over dan well service pada tahun ini akan memberikan kontribusi sebesar 14 persen dari rencana produksi minyak nasional tahun 2013 dan memberikan kontribusi terhadap 11 persen dari rencana produksi gas nasional,\" ujar Deputi Pengendalian Operasi SKK Migas Muliawan.

Pada tahun 2012, realisasi pengeboran sumur pengembangan mencapai 840 sumur yang menghasilkan produksi minyak sebesar 46.250 barel per hari dan gas sebesar 385 juta kaki kubik per hari, pekerjaan work over sebanyak 740 sumur dan pekerjaan well service sebanyak 11.323 kegiatan untuk mempertahankan produktivitas sumur dapat dihasilkan produksi minyak sebesar 43.250 barel per hari dan gas 435 juta kaki kubik per hari.

Sehingga total kontribusi kegiatan pengeboran pengembangan, kegiatan work over dan well service sebesar 90.087 barel minyak per hari dan gas sebesar 820 juta kaki kubik per hari. “Kontribusi produksi minyak dan gas dari kegiatan pengeboran sumur pengembangan, work over dan well service pada tahun lalu mencapai 10 persen dari produksi minyak dan gas nasional tahun 2012,” jelasnya.

Dalam rangka penambahan cadangan minyak dan gas nasional, pada tahun tahun lalu juga dilakukan survei seismik 2D mencapai 13.995 km, survei seismik 3D tercapai 6.165 km2, kegiatan non seismik 46 kegiatan. Juga dilakukan pengeboran eksplorasi sebanyak 119 sumur yang merupakan pencapaian terbesar selama 10 tahun terakhir. Dari hasil pengeboran 119 sumur tersebut, sebanyak 52 sumur berhasil menemukan cadangan minyak dan gas sebesar 541 juta barel minyak dan 5,4 triliun kaki kubik gas. Dengan demikian total recoverable resources yang ditemukakn pada tahun 2012 mencapai 1,4 miliar barel ekuivalen.

Related posts