Akhir Pekan, Pergerakan IHSG Cenderung Melemah

NERACA

Jakarta – Laju penguatan indeks BEI yang terjadi diawal perdagangan hingga sesi I, akhirnya harus puas tertahan di level 4.802,666 akibat dipicu aksi jual investor di penghujung perdagangan. Investor asing getol ambil untung, dana asing mengalir keluar lantai bursa dengan nilai signifikan.

Tercatat mengakhiri perdagangan Kamis sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 28,834 poin (0,60%) ke level 4.802,666. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 7,395 poin (0,90%) ke level 816. Kata analis Trust Securties, Reza Priyambada, indeks BEI melemah setelah beberapa pelaku pasar saham mengambil langkah lepas saham, “Melemahnya indeks BEI dinilai sehat untuk menjaga likuiditas,\" katanya di Jakarta, Kamis (21/3).

Dia menambahkan mayoritas bursa Asia juga mengalami tekanan, jika laju bursa saham Eropa dan AS bergerak menguat tentu akan menambah sentimen positif bagi IHSG BEI untuk dapat bertahan di area positif, meskipun secara tren pergerakan indeks BEI masih cenderung terkonsolidasi.

Sementara analis e-Trading Securities, Andrew Argado menambahkan, secara teknikal penurunan IHSG BEI mengindikasikan pelemahan. Oleh karena itu, dirinya memproyeksikan indeks BEI Jum’at akhir pekan bakal mengalami pelemahan di kisaran 4.750 - 4.900, “Hal ini dikonfirmasi oleh indikator rata-rata pergerakan konverjensi (MACD) yang menghasilkan sinyal pelemahan,”ujarnya.

Berikutnya, dia merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan, yakni Ciputra Surya (CTRS), Gajah Tunggal (GJTL), Perusahaan gas Negara (PGAS). Tercatat pada perdagangan kemarin, saham-saham unggulan jadi target aksi ambil untung. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 421,65 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 210.822 kali pada volume 8,557 miliar lembar saham senilai Rp 8,1 triliun. Sebanyak 110 saham naik, sisanya 163 saham turun, dan 103 saham stagnan.

Banyaknya transaksi yang dilakukan di pasar negosiasi membuat volume dan nilai perdagangan melonjak tinggi. Rata-rata broker besar mencatat nilai transaksi lebih dari Rp 500 miliar. Positifnya data manufaktur China mendorong bursa-bursa di Asia menguat, kecuali pasar saham Hong Kong yang terkena koreksi tipis. Penguatan paling tinggi dialami bursa saham Jepang.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 950 ke Rp 78.950, Pioneerindo (PTSP) naik Rp 750 ke Rp 3.750, Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 500 ke Rp 5.900, dan Unilever (UNVR) naik Rp 250 ke Rp 22.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.650 ke Rp 35.050, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 950 ke Rp 13.800, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 600 ke Rp 47.150, dan Tigaraksa (TGKA) turun Rp 400 ke Rp 3.300.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup naik tipis 5,621 poin (0,12%) ke level 4.837,121. Sementara Indeks LQ45 turun tipis 0,920 poin (0,11%) ke level 822,607. Melambatnya laju IHSG itu disebabkan koreksi saham-saham tambang setelah terkena aksi ambil untung. Saham-saham bank kelas berat juga jadi sasaran aksi jual.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 121.434 kali pada volume 4,453 miliar lembar saham senilai Rp 3,8 triliun. Sebanyak 138 saham naik, sisanya 107 saham turun, dan 98 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Pioneerindo (PTSP) naik Rp 750 ke Rp 3.750, Lion Metal (LION) naik Rp 450 ke Rp 13.550, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 400 ke Rp 78.400, dan Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 400 ke Rp 5.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 650 ke Rp 36.050, Tiga Raksa (TGKA) turun Rp 400 ke Rp 3.300, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 250 ke Rp 14.500, dan Bayan (BYAN) turun Rp 200 ke Rp 7.900.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 2,26 poin atau 0,05% ke posisi 4.833,76, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,57 poin (0,07%) ke level 824,09, “Penguatan indeks global menjadi salah satu katalisator bagi peningkatan kepercayaan investor domestik untuk dapat masuk kembali ke pasar. Sehingga IHSG BEI kembali menguat di perdagangan Kamis,\" kata Kepala Riset PT MNC Securities, Edwin Sebayang.

Dia menambahkan, secara teknikal IHSG BEI akan berada dalam rentang antara 4.810-4.865 poin. Dihimbau investor untuk berhati-hati ketika akan bertransaksi pada saham yang telah memasuki area jenuh beli.

Kepala Riset Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo menambahkan pemodal asing masih ragu untuk kembali mengambil aksi beli saham sehingga pergerakan indeks BEI cenderung terbatas.

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng, dibuka melemah 2,93 poin (0,01%) ke level 22.253,51, indeks Nikkei-225 naik 154,37 poin (1,24%) ke level 12.621,19, Straits Times menguat 7,48 poin (0,22%) ke posisi 3.255,41. (bani)

Related posts