Ancol Hadirkan Wahana Baru Dengan Konsep Edutaiment - Jadi Alternatif Wisata Kota Jakarta

NERACA

Jakarta - Ketatnya persaingan bisnis hiburan saat ini, seiring dengan meningkatnya daya beli masyarakat memicu PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) sebagai perusahaan bisnis hiburan dan rekreasi untuk terus menghadirkan wanaha baru dalam rangka meningkatkan kinerja keuangan tahun ini.

Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Budi Karya Sumadi mengatakan, tahun ini perseroan menargetkan laba bersih sebesar Rp 190 miliar dan laba naik 11,76% dari target perolehan laba bersih tahun 2012 ini, “Kita proyeksikan laba bersih 2013 akan di topang dari margin yang dipertahankan sebesar 10%,”katanya.

Sementara itu, target pendapatan 2013 ini di targetkan naik 18% dari target tahun 2012 sebesar Rp 1,1 triliun menjadi Rp 1,3 triliun. Rencananya, pengembangan bisnis Ancol akan membidik bidang properti, yakni perhotelan dan apartemen. Dimana diharapkan, melalui segmen bisnis ini akan menyumbang pendapatan Rp 800 miliar. Sementara, dari bisnis rekreasi menyumbang, Rp500 miliar.

Sementara untuk bisnis hiburan, perseroan tetap menargetkan porsi yang paling besar seperti Dufan dan Atlantis yang ditargetkan tetap leading di pasar rekreasi di Tanah Air. Oleh karena itu, perseroan akan menambah fasilitas guna meningkatkan jumlah pengunjung.

Salah satu wahana yang kini mulai di kembangkan adalah Ancol Ocean Ecopark. Dimana bekas lapangan golf seluas 33,6 hektar tersebut akan menjadi ikon wisata edukasi bagi keluarga dan anak. Pasalnya, Ancol Ocean Ecopark menawarkan ruang bagi ekosistem kehidupan hayati

Dengan mengusung konsep green lifestyle sebagai sarana pendidikan lingkungan hidup yang terbagi menjadi empat tema berbeda, yakni Eco Energy, Eco Care, Eco Nature dan Eco Art.

Kata Budi Karya Sumadi, Ancol Ocean Ecopark diharapkan menjadi tujuan wisata edukasi yang memberikan banyak pengalaman pembelajaran berharga bagi pengunjungnya. Dimana, pengunjung dapat belajar dengan cara yang lebih menyenangkan mengenai lingkungan, “Ancol Ocean Ecopark akan menjadi sebuah social benefit bagi masyarakat karena di dalamnya terdapat sarana rekreasi yang mendidik mengenai flora dan fauna yang selama ini sangat minim ditemukan dalam sebuah kawasan wisata di DKI Jakarta,”ujarnya.

Ramah Lingkungan

Didalam Ancol Ocean Ecopark, terdapat beberapa zona-zona dengan beragam jenis tanaman sehingga cocok sebagai sarana belajar botani. Oleh karena itu, lanjut Budi, Ancol Ecopark akan memberikan wisata dengan segala aktifitas yang berhubungan dengan konsep ramah lingkungan.

Di Ecopark menawarkan beragam wahana mulai dari Fantastique Show, Outboundholic, sampai Green Mission Paintball. Lalu sekedar berolahraga seru dan menyenangkan dengan segway, golfcar, bersepeda, trikker, sampai naik boat kanal. Selain itu, dikawasan Ecopark juga terdapat sungai-sungai buatan yang membuat suasana makin sejuk.

Sedangkan segway merupakan personal mobile yang dapat digunakan pengunjung untuk berkeliling Ancol Ocean Ecopark. Kawasan ini juga dilengkapi lintasan-lintasan sebagai tempat berjalan maupun jogging track. Makin seru dengan membawa si kecil beraktivitas di learning farm, feeding animal, educamp, dan handcraft.

Tidak hanya itu, di kawasan Ecopark, pengunjung juga dapat mengenali beragam tanaman yang sudah sangat langka di Indonesia maupun dunia. Disana, pengunjung dapat menjumpai pohon mahoni, eboni dan trembesi, “Di Ecopark, pengunjung dapat belajar bagaimana bercocok tanam secara sehat tidak menggunakan pestisida, serta belajar pengelolaan kawasan tersebut karena di sana memiliki sistem drainase yang baik,”kata Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Winarto.

Oleh karena itu, dirinya menyakini, wisata Ecopark memberikan banyak pengalaman yang berharga, khususnya edukasi bagi si kecil. Karena di Ecopark menghadirkan fasilitas pembelajaran bagi pengungjung tentang bagaimana cara menanam sayur-sayuran dan bercocok tanam yang baik dan sehat.

Alasan hadirnya Ecopark, kata Winarto adalah keinginan mengajak pengunjung yang datang tidak hanya bersenang-senang, tetapi juga belajar tentang lingkungan hidup yang kini mulai di lupakan oleh masyarakat. Tercatat, sepanjang tahun 2012, Ecopark telah dikunjungi 1,8 juta orang. (bani)

Related posts