PT Triaryani Raih Pinjaman Kredit US$ 35 Juta

Dalam rangka pengembangan bisnis, anak usaha PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) yaitu PT Triaryani meraih kredit dari PT Bank Permata Tbk (BNLI) senilai US$35,05 juta.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (20/3).

Disebutkan, pinjaman itu akan digunakan untuk membiayai pembangunan proyek pengembangan tambang PT Triaryani termasuk akuisisi lahan tambang. Selain itu akuisisi lahan, pembangunan dan infrastruktur jalan dan tambang, jembatan dari lokasi tambang menuju pelabuhan.

Jaminan dalam pinjaman tersebut yaitu penjaminan yang diberikan perseroan proporsional sebatas kepemilikan efektif perseroan pada PT Triaryani. Adapun PT Triaryani merupakan anak usaha perseroan secara tidak langsung dengan kepemilikan efektif mendekati 85%. (bani)

BERITA TERKAIT

Tambah Portofolio Aset - SDI Akuisisi Gedung Milik SCB Rp 20 Miliar

Dukung pengembangan bisnisnya, PT Serba Dinamik Indonesia (SDI) mengakuisisi gedung milik PT Surya Cipta Banten (SCB) senilai Rp 20 miliar.…

Global Bond BTN Oversubsribed 12,3 Kali

Junior  (Tier 2 Capital) Global Bond atau Obligasi Subordinasi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk meraih banyak peminat dari investor…

XL Bangun Jaringan Infrastruktur di Lampung

Perkuat layanan, XL Axiata saat ini sedang fokus membangun infrastruktur jaringan di kawasan wisata di Provinsi Lampung.”Kami akan terus mengembangkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pabrik Karawang Beroperasi - Softex Bidik Bisnis Tumbuh Double Digit

NERACA Bandung –Mengulang kesuksesan pertumbuhan bisnis di tahun 2019 kemarin, perusahaan prdousen saniter PT Softex Indonesia mematok pertumbuhan bisnis tahun…

Tambah Portofolio Aset - SDI Akuisisi Gedung Milik SCB Rp 20 Miliar

NERACA Jakarta -  Dukung pengembangan bisnisnya, PT Serba Dinamik Indonesia (SDI) mengakuisisi gedung milik PT Surya Cipta Banten (SCB) senilai…

Marak Terbitkan Obligasi - Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 40,7 Triliun

NERACA Jakarta –Pasar obligasi dalam negeri di tahun 2020 masih berpiotensi tumbuh, meskipun dihantui sentimen negatif pasar global. Berkah inilah…