OJK Pertanyakan Izin Investasi Golden Trader - Kasus Investasi Bodong

NERACA

Tangerang – Kasus investasi bodong yang dilakoni PT Golden Trader Indonesia Syariah (GTIS) belum lama ini, rupanya menuai kecurigaan dari PT Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jika perizinan perusahaan investasi tersebut illegal.

Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Kusumaningtuti S.Soetiono mengatakan, pihaknya mempertanyakan izin yang dimiliki PT Golden Trader Indonesia Syariah (GTIS), “Apabila komoditinya emas, itu bukan dari OJK. Bukan BI dan Bapepam-LK, akan tetapi OJK tidak akan tinggal diam saja, “katanya di Tangeranga, Rabu (20/3).

Menurutnya, apabila produk investasi berwujud dalam kontrak berjangka komoditi, berarti Bappebti yang bertanggung jawab. Namun sebaliknya, jika wujudnya koperasi maka yang bertanggung jawab Kementerian Koperasi, “Saat ini masyarakat yang berpenghasilan tinggi pun terkecoh, hal ini dilihat dari jumlah investasi dana pada perusahaan tersebut\", ungkap.

Dia menambahkan, seharusnya perusahaan investasi memberikan transparansi soal karakteristik investasi yang ditawarkan kepada masyarakat. Maka guna menghindari praktek penipuan, OJK lanjutnya, akan terus memberikan perlidungan konsumen bagi masyarakat.

Kata Tuti, panggikan akrabnya, OJK akan segera merespon laporan masyarakat bila nasabah tak bisa mendapatkan uangnya pada saat yang dijanjikan, OJK langsung melakukan reorientasi, “Jadi program yang kami siapkan menjelang Januari 2013 literasi nasional, berarti kita reorientasi. Misalnya iklan layanan publik, program edukasi, dan paket yang memberitahu cara berinvestasi yang aman dan baik,”ungkapnya.

Sementara Direktur Komunikasi dan Hubungan Internasional OJK, Gonthor R.Aziz mengatakan, akan mempercepat kerangka kerja satgas gabungan yang dibuat OJK dengan 10 instansi lainnya, “Tadinya ada ketidakharmonisan dalam pengambilan suara, namun pimpinan memutuskan mempercepat kerangka kerja untuk menangani kasus-kasus penipuan investasi seperti PT GTIS,”paparnya.

Ketua Asosiasi Profesi Pasar Modal Indonesia (APPMI), Saidu Solihin menilai, pembentukan satgas oleh OJK sangat baik manfaatnya. Pasalnya, investasi ilegal bisa di berantas lebih cepat, “Tinggal sosialiasi yang intensif ke masyarakat dan keberanian bertindak dari satgas dan OJK memberikan sanksi tegas, bukan lagi lempar tanggung jawab,”tandasnya.

Sebagai informasi, sejak terkuaknya kasus penipuan investasi bodong PT Golden Trader Indonesia Syariah yang membawa kabur dana nasahnya, OJK langsung reaktif dengan kembali mengoptimalkan kembali Satgas Waspada Investasi yang terdiri dari 9 instansi pemerintah diantaranya, Bank Indonesia (BI), Bareskrim, Kejagung, Bappebti, Kemenkominfo, Kemenkop, BKPM. (Nurul)

BERITA TERKAIT

Diamon Patok Harga IPO Rp 915 Persaham

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Diamond Food Indonesia Tbk akan menggelar penawaran umum perdana atau…

Diburu Banyak Nasabah - Hanson Gagal Bayar Balikkan Pinjaman Individu

NERACA Jakarta- Pasca ditahan dan ditetapkannya komisaris utama PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro sebagai tersangka kasus korupsi PT…

Marak Saham Gorengan - DPR Kritisi dan Evaluasi Pengawasan BEI

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayar premi PT Asuransi Jiwasraya hingga menuai kerugian besar lantaran terjebak investasi saham lapis tiga…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pabrik Karawang Beroperasi - Softex Bidik Bisnis Tumbuh Double Digit

NERACA Bandung –Mengulang kesuksesan pertumbuhan bisnis di tahun 2019 kemarin, perusahaan prdousen saniter PT Softex Indonesia mematok pertumbuhan bisnis tahun…

Tambah Portofolio Aset - SDI Akuisisi Gedung Milik SCB Rp 20 Miliar

NERACA Jakarta -  Dukung pengembangan bisnisnya, PT Serba Dinamik Indonesia (SDI) mengakuisisi gedung milik PT Surya Cipta Banten (SCB) senilai…

Marak Terbitkan Obligasi - Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 40,7 Triliun

NERACA Jakarta –Pasar obligasi dalam negeri di tahun 2020 masih berpiotensi tumbuh, meskipun dihantui sentimen negatif pasar global. Berkah inilah…