Jangkau Investor Ritel, Japfa Setujui Stock Split 1:5

NERACA

Jakarta- PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menyetujui pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:5. Dengan aksi stock split yang dilakukan ini diharapkan akan lebih besar jumlah saham yang beredar di pasar. “Hampir 100% pemegang saham setuju untuk melakukan pemecahan nilai nominal saham. Dengan stock split, jumlah saham yang beredar akan lebih besar sehingga lebih banyak transaksi yang terjadi.” kata Direktur Keuangan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Herry Wibowo di Jakarta, Rabu (20/3).

Menurutnya, dengan dilakukannya stock split akan dapat menyerap investor lebih baik karena bagi yang bermodalkan kecil dapat membeli saham, mengingat harganya lebih murah. Pada perdagangan kemarin, saham JPFA sempat berada di level harga Rp8.850 per saham dengan jumlah saham beredar sekitar 840 juta saham.

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) merencanakan pelaksanaan stock split akan efektif pada 19 April 2013. Saat ini saham perseroan tercatat terdiri atas dua seri A dengan nilai nominal Rp1.000 per saham dan seri B dengan nilai nominal Rp200 per saham. Dengan rasio stock split 1:5, pemecahan setiap pemegang saham satu saham seri A lama dengan nilai nominal Rp1.000 per saham akan menerima lima saham baru seri A bernilai nominal Rp200 per saham. Adapun pemegang saham seri B lama dengan nilai nominal Rp200 per saham akan menerima lima saham baru seri B bernilai nominal Rp40 per saham.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan, pemegang saham perseroan antara lain RBS Coutts Bank Ltd Singapore sebesar 9,80%, JP Morgan Chase Bank Japfa Creditor sebesar 6,65%, Pacific Focus Enterprises Limited sebesar 29,88%, BNP Paribas Private Bank Singapore sebesar 6,78%, Rangi Management Limited sebesar 10,57%, dan masyakarat sebesar 35,75%.

Presiden Direktur PT Schroder Investment Management Michael Tjoajadi pun pernah bilang, stock split menjadi langkah yang baik dan dapat meningkatkan likuiditas. Selain itu, pengurangan harga saham juga memberi kesempatan kepada investor ritel untuk untuk membeli saham bernilai besar dengan harga terjangkau. Hal ini tentu saja dapat meningkatkan jumlah investor ritel. (lia)

BERITA TERKAIT

Optimisme Investor Dongkrak Laju IHSG

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (14/11), ditutup melanjutkan penguatan seiring optimisme investor…

Investor di Bursa Capai 820 Ribu Investor

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan, jumlah investor saham per bulan Oktober 2018 mencapai 820.000 investor berdasarkan…

Investor Pasar Modal di Kalsel Capai 22,26%

Direktur Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 9 Kalimantan, M Nurdin Subandi mengatakan, jumlah investor pasar modal di Kalimantan Selatan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…

Strategi Hilirisasi - Pabrik Feronikel Antam Rampung Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Komitmen PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjalankan strategi hilirisasi terus dilakukan dengan pembangunan pabrik Feronikel Haltim dengan…