CIMB Niaga Bukukan Kredit Investasi Rp30,18 Triliun

NERACA

Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk terus gencarkan penyaluran kredit investasi melalui Perbankan Korporatnya. Per 31 Desember 2012, Perbankan Korporat CIMB Niaga telah menyalurkan kredit investasi sebesar Rp30,18 triliun, meningkat 11% dibandingkan pencapaian di periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp27,25 triliun.

Lo Nyen Khing, Wakil Direktur Utama CIMB Niaga mengungkapkan, perekonomian Indonesia yang relatif stabil ditambah iklim investasi yang mendukung, berimbas pada meningkatnya Penanaman Modal Asing (PMA) ke Indonesia. Selain potensi ekonomi Indonesia yang dianggap menarik, investor asing juga melihat imbal hasil di Indonesia masih lebih baik dibandingkan negara lain.

“Peningkatan PMA ini berdampak pada masuknya cash flow ke Indonesia, yang menyebabkan pendapatan domestik turut meningkat. Kondisi yang mendukung ini, membuat investor dalam negeri (Penanaman Modal Dalam Negeri/PMDN) juga turut aktif, sehingga terjadi pertumbuhan pada kredit investasi,” kata Lo di Jakarta, Rabu (20/3).

Dia menambahkan, sektor pertambangan, properti dan manufaktur menjadi sektor yang cukup dominan dalam memberikan kontribusi terhadap peningkatan kredit investasi Perbankan Korporat CIMB Niaga. Umumnya, perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor tersebut mengambil kredit dengan tenor berkisar tiga sampai lima tahun.

Menurut Lo, kredit investasi masih menjadi penyumbang terbesar, sekitar 69% dari total kredit Perbankan Korporat CIMB Niaga per 31 Desember 2012 yang mencapai Rp43,52 triliun. Tahun sebelumnya, dengan nilai Rp27,25 triliun, kredit investasi memberikan kontribusi sekitar 68% terhadap total kredit Perbankan Korporat CIMB Niaga.

Agar tetap fokus dalam mencapai target pertumbuhan kredit investasi, strategi yang diterapkan CIMB Niaga adalah dengan membentuk grup-grup dibawah Corporate Banking Directorat. Grup-grup tersebut dibagi berdasarkan segmen-segmen yang fokus pada sektor-sektor industri dengan potensi pertumbuhan yang tinggi.

Ke depan, lanjut Lo, CIMB Niaga tetap optimistis dengan pertumbuhan kredit investasi. “Meski investasi tahun ini diperkirakan tidak akan tumbuh sebesar tahun lalu, namun skema pencairan kredit investasi yang dilakukan secara bertahap dan sifatnya yang jangka panjang, membuat perbankan masih melirik kredit investasi ini,” tutup Lo. [rin]

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

MAGI Beri Penghargaan ke Bengkel Rekanan Terbaik

    NERACA.   Jakarta - PT Mandiri AXA General Insurance (MAGI) memberikan penghargaan kepada bengkel rekanan terbaiknya dalam ajang…

Jamkrindo Syariah Targetkan Volume Penjaminan Rp35 Triliun

NERACA Jakarta - PT Jamkrindo Syariah (Jamsyar) mentargetkan volume penjaminan pada akhir 2020 mendatang bisa mencapai Rp35 triliun dan meraih…

Produk Jiwasraya Layaknya Skema Ponzi

  NERACA   Jakarta - Pengamat ekonomi dan perpajakan, Yustinus Prastowo menilai produk asuransi yang mulai diterbitkan PT Asuransi Jiwasraya…