BPD Ingin Rambah DPLK

NERACA

Jakarta - Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (ADPLK) mengaku ada beberapa Bank Pembangunan Derah (BPD) yang tengah melirik masuk ke produk DPLK. Saat ini, ada dua BPD yang memiliki DPLK, yakni PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk dan BPD Jawa Tengah (BPD Jateng).

“Saat ini, ada beberapa BPD yang ingin membuat produk DPLK,” kata Ketua ADPLK, Nur Hasan Kurniawan di Jakarta, Rabu. Selain BPD, imbuh dia, juga terdapat salah satu bank besar yang berniat masuk buat DPLK. Namun, saat ditanya bank besar tersebut, dia masih merahasiakannya.

“Kita belum bisa sebutkan namanya,” tambahnya. Seperti diketahui, saat ini dari 24 anggota yang tergabung dalam ADPLK, baru delapan bank yang memiliki DPLK. Belum banyaknya bank yang belum buat DPLK dikarenakan tidak adanya mandatory yang mewajibkan. “Komposisi kepemilikan dana kelolaan delapan bank itu dari 24 anggota ADPLK telah mencapai lebih dari 10%,” ujarnya. [ardi]

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

MAGI Beri Penghargaan ke Bengkel Rekanan Terbaik

    NERACA.   Jakarta - PT Mandiri AXA General Insurance (MAGI) memberikan penghargaan kepada bengkel rekanan terbaiknya dalam ajang…

Jamkrindo Syariah Targetkan Volume Penjaminan Rp35 Triliun

NERACA Jakarta - PT Jamkrindo Syariah (Jamsyar) mentargetkan volume penjaminan pada akhir 2020 mendatang bisa mencapai Rp35 triliun dan meraih…

Produk Jiwasraya Layaknya Skema Ponzi

  NERACA   Jakarta - Pengamat ekonomi dan perpajakan, Yustinus Prastowo menilai produk asuransi yang mulai diterbitkan PT Asuransi Jiwasraya…