Produsen Mobil Berikan Pelatihan - Cetak Lulusan SMK Berkualitas

Produsen mobil ternyata juga berpikiran kalau siswa-siswa SMK adalah anak-anak masa depan. Dalam industri otomotif yang saat ini sedang berkembang pesat di Indonesia, Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu faktor terpenting yang dibutuhkan. Berangkat dari hal tersebut, bantuan pun diberikan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Belum lama ini, tepatnya 19 Maret 2013 lalu, PT Honda Prospect Motor (HPM) bekerjasama dengan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Surabaya meresmikan Program Pendidikan Dasar bagi teknisi Honda, di Surabaya. Pendidikan Dasar Teknisi Honda merupakan program pendidikan dasar yang diberikan di SMKN 2 Surabaya, yang bertujuan untuk mempersiapkan calon teknisi yang nantinya akan diserap oleh industri otomotif, khususnya sebagai teknisi di diler-diler jaringan Honda.

Program ini meliputi pelatihan dan On Job Training (OJT) untuk para guru, praktik kerja di diler Honda, dan pendidikan selama dua bulan di sekolah. Sebelumnya, PT Honda Prospect Motor telah memberikan sebanyak 36 donasi ke sekolah maupun lembaga pendidikan mulai dari tahun 2000 hingga tahun 2012.

President Director PT Honda Prospect Motor, Tomoki Uchida mengatakan, Sumber Daya Manusia merupakan salah satu faktor terpenting yang dibutuhkan dalam industri otomotif yang saat ini sedang berkembang pesat di Indonesia. Program pelatihan dan pendidikan dasar bagi para calon teknisi Honda merupakan jembatan untuk mempersiapkan para calon teknisi Honda yang berkuatlitas dan siap pakai untuk bekerja setelah mereka menyelesaikan program pendidikan di sekolah.

Selain Honda, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) juga fokus pada dunia pendidikan melalui salah satu program CSR adalah Daihatsu Berbagi Ilmu. Daihatsu Berbagi Ilmu mengunjungi 4 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jakarta. Tepat 19 Februari 2013 lalu, tim CSR ADM berkunjung ke SMK Kampung Jawa (Percetakan Negara, Jakarta Pusat), SMK Karya Guna Manggarai, SMK 52 Jakarta (Jakarta Timur), dan SMK Islam PB Soedirman untuk mengajar disana.

Para pengajar ini merupakan karyawan Daihatsu yang berasal dari beberapa divisi yaitu Human Resources Division dan Environment Health and Safety Department, yang terlibat langsung dengan aktivitas produksi Daihatsu di plant. 8 orang tim pengajar turun untuk berbagi ilmu di 12 kelas di 4 SMK tersebut. Materi yang diajarkan adalah 4S yaitu cara menjaga kebersihan dan kerapihan tempat kerja, Basic Safety tentang cara aman berkendara di jalan raya, dan informasi mengenai HIV AIDS.

Semua materi ini penting untuk disampaikan sebagai pembekalan bagi lulusan SMK untuk menghadapi dunia industri. Selain berbagi ilmu, ADM juga memberikan 1 unit Engine kepada SMK Kampung Jawa sebagai sarana praktek para siswa, 3 box Mechanic Tool Set kepada 3 SMK yang lainnya serta 80 wearpack untuk 4 SMK tesebut.

“Daihatsu juga dengan senang hati membuka diri bagi SMK untuk bekerja sama mengembangkan kurikulum yang isinya sejalan dengan budaya industri. Kurikulum seperti ini sudah kami kembangkan di Jawa Tengah dan Jawa Barat terlebih dulu, dan hasilnya sangat bermanfaat bagi lulusan di SMK mereka,” kata CSR Departement Head ADM, Asjoni.

Related posts