Belajar Astronomi Lebih Mudah dan Mengasikkan - Aplikasi Jelajah Angkasa

Wahana Jelajah Angkasa, bukti nyata peran uapayapemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan dan kebutuhan sumber belajar bagi pendidik dan peserta didik.

NERACA Seiring dengan misi rencana strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) 2010-2014, yaitu ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, kesetaraan, dan kepastian, penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan dan kebutuhan sumber belajar bagi pendidik dan peserta didik.

Seperti yang telah diketahui, untuk memfasilitasi ketersediaan konten bahan belajar yang dapat dimanfaatkan oleh pendidik dan peserta didik, seperti bahan belajar interaktif yang dilengkapi dengan media pendukung gambar, animasi, video dan simulasi, Kemendikbud telah menghadirkan sebuah portal Rumah Belajar yang memungkinkan belajar tanpa batas waktu dan tempat. Ya, sebagai media alternatif dan pendukung dalam proses pembelajaran, portal Rumah Belajar merupakan fasilitas untuk melakukan pertukaran informasi, pengalaman, dan, pengetahuan serta memberikan fasilitas kompilasi catatan belajar dan mengajar, baik oleh siswa, guru, maupun masyarakat pengguna yang akhirnya menjadi jaringan kerja pendidikan dan sumber belajar Indonesia. Dalam perkembangannya, kini layanan belajar digital (e-learning) yang diprakarsai Kemendikbud ini telah terintegrasi dengan data pencitraan dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), yakni memanfaatkan fasilitas Wahana Jelajah Angkasa (World Wide Telescope) besutan Microsoft. Integrasi tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif pembelajaran yang lebih interaktif bagi peserta didik maupun pendidik. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menuturkan, kedepannya teknologi informasi dan komunikasi diharapkan tidak hanya menjadi pendorong dan penarik dalam konteks pengembangan pembelajaran, tapi juga menjadi enabler (pemungkin) yang membuat berbagai hal yang semula tak mungkin dilakukan menjadi bisa dilakukan. \"Terwujudnya wahana ini adalah bukti nyata peran TIK sebagai enabler. Para siswa yang semula sulit mengakses informasi tentang luar angkasa yang dimiliki NASA, kini menjadi mungkin,\" imbuh Nuh.

Untuk membangun wahana ini di Pustekom, Tangerang, Banten, Kemendikbud telah menggelontorkan dana Rp150 juta. Sementara itu, Microsoft mengatakan, program integrasi konten tersebut merupakan bagian dari program Microsoft Partners in Learning. Setiap tahun, Microsoft menyisihkan US$500 juta, atau setara Rp4,8 triliun untuk program ini.

Wahana Jelajah Angkasa Banyak fenomena menakjubkan, mengejutkan, unik, aneh, dan luar biasa terjadi di Luar angkasa, seperti meteor, kelahiran sebuah bintang, badai marahari, komet, astroid, dan sebagainya. Dengan keadaan luar angkasa yang mempesona itu memicu hasrat keingintahuan manusia akan langit yang ada jauh diatas sana. Kekaguman itulah yang membawa manusia pada kemajuan astronomi melintasi batas budaya dan kepercayaan, berkembang menjadi ilmu pengetahuan yang membawa manusia menjelajah alam semesta yang mungkin di masa lampau tidaklah pernah terbayangkan. Dalam peluncuran Wahana Jelajah Angkasa di Tangerang, Banten, Rabu 13 Maret 2013 lalu, Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Kemendikbud di Pustekom Kemendikbud, Ari Santoso mengatakan, kini dengan adanya Wahana Jelajah Angkasa (World Wide Telescope) yang terwujud dari kerja sama Kemendikbud dengan Microsoft Indonesia, belajar astronomi bisa lebih mudah dan murah dari segi biaya. Peranti lunak Wahana Jelajah Angkasa ini, sambung Ari, merupakan alternatif lain untuk menghadirkan layanan konten sekelas Discovery Channel. Portal ini berstandar terbuka, open system dan open content. Sehingga tidak perlu biaya riset atau kunjungan studi mahal ke pusat data, yang dalam konteks ini, ke kantor NASA di Amerika Serikat. “Cukup duduk di depan komputer, pengguna dapat dengan bebas menjelajahi temuan NASA selama ini di ruang angkasa,\" ujarnya. Presiden Direktur Microsoft Indonesia,Andreas Diantoro menjelaskan, Wahana Jelajah Angkasa adalah aplikasi buatan Microsoft. Aplikasi yang dinikmati dengan beragam browser ini menyuguhkan 50 juta gambar tentang beragam obyek yang ditemukan di angkasa berdasarkan hasil penelitian NASA sejak tahun 1970. Melalui aplikasi ini, sambung dia, pengunjung bisa mengetahui beragam rasi bintang dan planet. Bisa juga dilihat hasil studi beberapa teleskop mutakhir, seperti teleskop antariksa Hubble dan Wide-field Infrared Survey Explorer (WISE). Sebagai pendukung aplikasi ini, pengguna wajib mengunduh aplikasi Microsoft Silverlight terlebih dahulu. Setelahnya, pengguna bisa mulai menjelajah, melihat gambar, dan juga bisa menggali informasi tentang obyek langit itu. Guna memperkaya konten setingkat Discovery Channel, Kemendikbud akan terus meningkatkan variasi konten sesuai dengan kurikulum pendidikan. Pengembangan yang dilakukan diantaranya adalah dengan menyuguhkan konten terkait, seperti Wikipedia atau portal tertentu dalam bahasa Indonesia. Hal ini bertujuan untuk mempermudah penyerapan bagi siswa maupun guru yang masih terkendala dengan bahasa asing. Selain itu, Kemendikbud juga akan memperluas daya cakupan akses portal ke seluruh sekolah di Indonesia, terutama daerah minim akses listrik dan Internet. Saat ini, masih ada sekitar 25 ribu sekolah tingkat SD dan SMP yang belum dilalui arus listrik dan Internet. Untuk itu, Kemendikbud siap mendukung dari sisi peranti kerasnya.

Related posts