Program Intership Kedokteran Sarat Masalah

Kebutuhan dokter terhadap proporsi jumlah masyarakat masih dirasakan jauh dari jumlah yang diharapkan.Untuk memenuhi kebutuhan dokter dan menyiapkan tenaga dokter yang bisa menerapkan kompetensinya secara terintegrasi, komprehensif dan mandiri, maka pemerintah melalui Komite Intership Dokter Indonesia (KIDI) menyelenggarakan Program Internship. Lantas apa itu Intership?Ketua Komisi IX DPR RI Nova Riyanti Yusufmenuturkan, Internship merupakan suatu program magang bagi dokter yang baru menyelesaikan masa pendidikan profesi, dengan tujuan untuk menerapkan kompetensi yang diperoleh selama pendidikan, secara terintegrasi, komprehensif, mandiri serta menggunakan pendekatan kedokteran keluarga dalam rangka pemahiran dan penyelarasan antara hasil pendidikan dengan praktik di lapangan. Program tersebut, menurutnya, dilakukan seiring masyarakat yang semakin kritis, menyadari haknya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan bermutu dan pentingnya pemeliharaan mutu tenaga dokter Indonesia agar berjaya di Indonesia. Maka berbagai upaya dilakukan. Kementerian Kesehatan mengadakan program intership di 11 fakultas kedokteran untuk 2000 orang dokter baru.“Namun dalam pelaporan yang saya terima masih sarat berbagai permasalahan,\" kata dia. Dia mengatakan bahwa beberapa pekan terakhir telah menerima banyak masukan dari para mahasiswa fakultas kedokteran, kerabat dokter, serta dosen pengajar di Fakultas Kedokteran (FK) tentang program intership yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan.Permasalahan tersebut adalah sikap para mahasiswa FK terbelah dalam menyikapi program intership dokter yang digagas oleh Kementerian Kesehatan. Melalui siaran persnya, Nova mengatakan bahwa sikap para mahasiswa fakultas kedokteran telah terbelah tiga, antara menghapus program intership, meneruskan program intership namun dengan perbaikan, atau program intership tersebut tidak diwajibkan untuk seluruh mahasiswa fakultas kedokteran. Menanggapi hal tersebut, dia menilai dibutuhkan pembahasan yang lebih mendalam agar Kementerian Kesehatan dapat memberikan keputusan yang terbaik terkait dengan evaluasi program intership Dokter Indonesia. Sebelumnya, melalui rapat kerja Komisi IX dengan Menteri Kesehatan pada 26 November 2012 lalu telah disimpulkan bahwa Komisi IX meminta Kementerian Kesehatan untuk melakukan evaluasi program intership Dokter Indonesia. Untuk tindak lanjut hasil kesimpulan rapat kerja itu, dan juga sebagai respon atas masukan dari berbagai pemangku kepentingan, maka Komisi IX mengadakan Rapat Dengar Pendapat dengan Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (BPPSDMK), Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Seluruh Indonesia, Dekan Fakultas Kedokteran Trisakti beserta BEM dan Parlemen, pada Selasa, 18 Maret 2013 lalu. Dalam rapat tersebut, beberapa topik yang menjadi pembahasan adalahevaluasi pelaksanaan internship, evaluasi pendampingan internship, sosialisasiintership. Selain itu, masalah tunjangan, masa bakti yang dinilai sangat membebani dan memberatkan.

Related posts