ITS dan Unair Terima Dana BOPTN

Melalui Biaya Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tidak perlu lagi membebani mahasiswa dengan biaya pendidikan yang mahal.Anggaran tersebut dialokasikan untuk membantu biaya operasional PTN seperti gaji honorer, listrik, biaya penelitian, dan lainnya. Pemberian anggaran dari pemerintah ini tercantum dalam UU Perguruan Tinggi yang sudah disahkan.BOPTN yang diterima tiap PTN berbeda besarannya. Besaran ini ditentukan berdasarkan biaya kemahalan di wilayah tempat PTN berada, jumlah mahasiswa, dan bantuan lain yang didapat. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menerima BOPTN dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaansenilai Rp60 miliar untuk tahun 2013. Rektor ITS Prof Ir Tri Yogi Yuwono DEA mengatakan, dana itu akan diprioritaskan untuk penelitian dosen. Sekarang Badan Perencana dan Pembangunan (BPP) ITS tinggal menyeleksi sejumlah proposal penelitian yang masuk. Tidak hanya dosen, katanya, mahasiswa juga akan mendapatkan kucuran dana BOPTN.\"Misalnya, kontes robot di ITS akan mendapatkan dukungan dari BOPTN itu,\" katanya. Selain itu, pihaknya juga akan memanfaatkan dana itu untuk pemeliharaan sarana dan prasarana.Sementara itu, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menerima BOPTN senilaiRp64 miliar untuk 2013 atau meningkat tajam dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya bernilai Rp39 miliar.Dana itu akan diprioritaskan untuk penelitian dosen hingga 30%. Wakil Rektor II Unair Dr H Moh Nasih SE MT.Ak.mengungkapkan bahwa, pada tahun lalu Unair tidak banyak memanfaatkan dana BOPTN lantaran turunnya dana BOPTN cukup mepet. Sehingga Unair hanya memakai Rp8 miliar atau sekitar 20%.“Untuk tahun inirelatif siap, meski dengan dana BOPTN yang lebih besar, karena program sudah tersusun,” kata dia.

Related posts