PNM Dorong Inovasi Wirausaha UMK di Aceh

NERACA

Banda Aceh - Perusahaan pembiayaan milik negara, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, terus meningkatkan kompetensi pelaku usaha mikro kecil (UMK), khususnya mengubah pola pikir UMK agar terus berinovasi dalam mengembangkan usahanya. Hal ini disebabkan persaingan bisnis saat ini semakin ketat, termasuk di industri UMK.

“Sebagai pengusaha kita harus cerdik dalam melihat peluang dan cepat dalam mengikuti perubahan dengan selalu berinovasi. Apalagi banyak wirausahawan UMK sering kali sudah merasa cukup dan tidak mau mengembangkan usahanya lebih maju lagi,” kata Pemimpin PNM Cabang Aceh, Ritmes, dalam keterangan tertulis yang diterima Neraca, Selasa (19/3).

Menyadari hal tersebut,PNMmelalui Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU)memberikanpelatihanuntuk meningkatkan sumberdaya manusia (SDM) di industri UMK. Hal ini dilakukan dengan menggelar pelatihan regular kepada para nasabah mikro.

Kali inipelatihan nasabah PNM digelardi Sigli-Aceh, Rabu (20/3) danmengangkat tema“Berwirausaha Secara Cerdik dan Tangkas”dengandiikuti75pelaku UMKnasabahULaMM(Unit Layanan Modal Mikro) milik PNM.Pemateri pelatihan adalah trainer dan Inspirator Pengembangan Bisnis terkenal,Deto Seri Suparno SW, yang juga seorangpengusaha suksesrumah makan ayam lepas.

Dalam kesempatan tersebut, beberapa nasabah juga ikut mendapatkan kesempatan untuk ikut pameran produk unggulan memiliki nilai pasar cukup tinggi seperti emping melinjau, garam tradisional dan bakpia khas Aceh, bahkan produk ini sudah menjadi produk bawaan atau oleh-oleh para wisatawan dalam dan luar negeri.

Pelatihan ini berupaya membuka wawasan pelaku UMK di Aceh untuk lebih tanggap dalam melihat peta persaingan serta tuntutan perubahan bisnis baik dari aspek produksi, distribusi, hingga pemasaran agar UMK Aceh terus berkembang dan berdaya saing.

Dengan adanya pelatihan ini diharapkan para nasabah bisa lebih optimal dalam memanfaatkanjasapembiayaandari PNM dansekaligus mampu meningkatkan kapasitas usahanyamaupun membantu program pemerintah dalam pengembangan perekonomian masyarakat.

Ritmes mengatakan, program pelatihan nasabah ini merupakan bagian terintegrasi dari bisnis PNM sebagai BUMN yang dikhususkan bagi pemberdayaan UMK. Melalui keterpaduan jasa pembiayaan dan pembinaan ini diharapkan bisa memberikan solusi secara menyeluruh bagi pelaku UMK dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi.

“Pada akhirnya diharapkan akan semakin banyak jumlah pelaku UMKM dan makin tersebar, sehingga bisa mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja baru,” tuturnya.

Aktivitas pemberdayaanUMKyang mengombinasikanbisnispembiayaan danpeningkatan kapasitas bisnisinimenjadi pembedaPNM dibandingdengan para pesaingnya. Sepanjang tahun 2012, PNM telah memberikan pelatihan sebanyak 132 kali kepada 7.425 UMK di 22 provinsi di Indonesia. Selain melaksanakan program regular, PNM pun melakukan program pendampingan usaha berbasis klasterisasi industri UMK di lima daerah.

Beberapa program PKU Klasterisasi sebelumnya telah dilakukan sepertiSentra Keripik Nenas di Pekanbaru, Sentra Gula Semut di Pontianak, SentraRempeyek Pelemadudi Bantul, Yogyakarta,Sentra Keripik Singkong di Solear, Tangerang, SentraPengrajinKesetKainLimbah di Kecamatan Pringapus, Semarang,serta klaster/kelompokGulaKelapa di Pacitan, Jawa Timur.

Hingga saat ini PNM CabangAcehmemilikisatuklasterdan jumlah ULaMMmencapai6unityang terdiri dari 2 unit syariah di Ulee Kareng dan Pasar Aceh serta 4 unit konvensional di Sigli, Bireun, Lhok Sumawe, dan Meulaboh.Hingga akhir Februari 2013, totalposisi atau outstandingpembiayaan PNM Cabang Aceh mencapai Rp31 miliar atau tumbuh sekitar 41% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp22 miliar. Pembiayaan ini disalurkan kepada total nasabah sebanyak 797 orang. [mohar]

Related posts