Investor Asing Makin Marak di Bursa Saham - Dampak Krisis Global

NERACA

Jakarta – Dampak krisis ekonomi global tidak selamanya membawa berita buruk bagi perekonomian dalam negeri, tetapi sebaliknya ada berita baiknya. Pasalnya, dampak krisis global banyak dana asing masuk ke pasar modal Indonesia hingga membawa pergerakan indeks BEI melesat tembus ke level 4.900.

Chief Executive and Managing Director Ancora Capital Management, Veronica Lukito mengatakan, krisis global yang sedang terjadi memicu pemodal asing menempatkan dananya ke Indonesia, “Ekonomi Indonesia hampir tidak tersentuh krisis ekonomi global karena perekonomiannya lebih didominasi konsumsi domestik. Sehingga, berkurangnya ekspor karena lemahnya permintaan global tidak berimbas signifikan terhadap kestabilan ekonomi dalam negeri,”katanya di Jakarta, Selasa (19/3).

Meski demikian, dia menilai krisis keuangan yang terjadi di AS dan Eropa cukup mempengaruhi ke nilai tukar mata uang di negara-negara berkembang seperti rupiah.\"Imbas krisis global lebih banyak ke mata uang. Sementara perkembangan Eropa dan AS hanya memberikan tambahan likuiditas terhadap pasar modal,\"paparnya.

Selain itu, lanjutnya, kondisi perekonomian Indonesia yang masih tetap tumbuh menjelang pemilu 2014 masih menjadi daya pikat investor untuk masuk ke Indonesia. Bila dibandingkan dengan negara lain, ekonomi Indonesia relatif stabil dengan keadaaan kondisi politik di 2014 masih diyakini tetap tumbuh.

Kata Veronica, ada beberapa tantangan investasi yang dihadapi di dalam negeri meski cukup banyak investor yang tertarik untuk menanamkan modal di Indonesia,”Jumlah kesepakatan investasi masih terbatas. Kemudian, peraturan yang lebih jelas dalam bisnis pengelolaan dana, misalnya dalam membangun infrastruktur dan lain-lain apakah bisa cepat,\" tuturnya.

Hal senada juga pernah disampaikan, analis pasar saham Reza Priyambada, dana investor asing yang terus meningkat nilainya di pasar modal Indonesia seiring dengan ekonomi domestik yang cukup stabil, “Investor asing cukup memahami bahwa Indonesia juga merupakan salah satu tujuan untuk investasi,”ujarnya.

Dia menambahkan, kinerja emiten domestik yang positif juga diperkirakan menjadi salah satu pendorong investor asing untuk menempatkan dananya di pasar modal Indonesia. Sementara Presiden Direktur PT Valbury Asia Securities, Johanes Soetikno menambahkan, derasnya aliran dana asing pada dua bulan pertama di 2013 menyebabkan porsi kepemilikan investor lokal cenderung turun.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), total aksi beli bersih investor asing mencapai Rp20 triliun hingga 8 Maret 2013. Jumlah itu meningkat tajam dibandingkan aksi beli bersih asing selama 2012 sekitar Rp15,44 triliun.

Sementara berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, nilai kepemilikan saham investor asing periode Januari-Februari 2013 senilai Rp1.704,79 triliun atau sebesar 59,15 persen dari total nilai saham di dalam negeri. Sementara kepemilikan saham investor domestik hanya sebesar 40,85 persen atau senilai Rp1.177,19 triliun. (bani)

Related posts