OJK Akui Masyarakat Minim Edukasi Investasi - Marak Kasus Investasi Bodong

NERACA

Tangerang – Kasus penipuan investasi bodong yang dilakukan PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) yang membawa kabur dana nasabahnya menjadi pelajaran berharga bagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk terus melakukan pengawasan lebih ketat.

Menurut Fungsional Direktur Program Strategi Literasi Keuangan OJK, Agus Sugiarto, banyaknya korban masyarakat dari kasus penipuan investasi dikarenakan minimnya pengetahuan dan kurangnya edukasi dari pihak terkait, “Ini semua berawal dari minimnya informasi dan edukasi masyarakat terhadap berbagai produk investasi,”katanya di Tangerang, Selasa (19/3).

Dia menambahkan, penyebab lain dari minimnya informasi dan edukasi juga karena masyarakat mudah diimingi berbagai keuntungan yang besar dalam waktu cepat. Oleh karena itu, dirinya mencatat ada tiga hal kelemahan masyarakat terhadap produk investasi.

Pertama, kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai cara aman berinvestasi, “ Jika pengetahuannya luas, pasti logikanya yang berpikir,”ujarnya. Kedua, Masyarakat harus mengetahui produk investasi legal dan ilegal, perlu ada lebel untuk produk - produk legal. Yang terakhir masyarakat perlu di edukasi dari lembaga resmi.

Kata Agus, lembaga yang akan memberi edukasi harus memiliki wewenang resmi, agar masyarakat tidak tertipu. Saat ini, OJK dan Kepolisian telah membuat satgas sebagai bentuk tindakan atas laporan masyarakat mengenai investasi bodong.

Hal senada juga disampaikan, Kadiv Strategi dan Manajemen Komunikasi OJK, Edhie Natalis, perlu adanya perlindungan dan edukasi kepada masyarakat agar masyarakat dengan mudah dapat menanamkan modalnya pada perusahaan investasi yang aman, “Selain itu pengamat pasar modal juga perlu diberikan edukasi agar dapat memberikan informasi yang seimbang dan diperlukan oleh investor,”paparnya.

Dia menceritakan, kasus penipuan investasi emas berkedok syariah yang dilakukan oleh PT Golden Trader Indonesia Syariah dikarenakan nasabah mendapatkan bunga dari hasil investasi dananya. Namun beberapa bulan terakhir, investor tidak lagi diberikan jumlah keuntungan yang dijanjikan. Sementara Direktur PT GTIS yang berkewarganegaraan asing kabur meninggalkan Indonesia. (Nurul)

Related posts