Diburu Aksi Beli, IHSG Masih Melanjutkan Penguatan

NERACA

Jakarta – Derasnya dominasi aksi beli investor asing membawa pergerakan indeks Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali rebound 19 poin didorong penguatan saham-saham bank kelas berat. Tercatat, indeks harga saham gabungan(IHSG) BEI Selasa sore ditutup menguat 19,801 poin (0,41%) ke level 4.822,627. Sementara Indeks LQ45 menguat 2,058 poin (0,25%) ke level 822,279.

Kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, penguatan indeks BEI dipicu aksi beli investor seiring dengan menguatnya bursa regional, “Investor yakin bahwa parlemen Cyprus akan menolak rencana kenaikan pajak deposito yang beberapa hari terakhir membayangi pasar keuangan,\" katanya di Jakarta, Selasa (19/3).

Dia mengemukakan rencana pemberlakuan peraturan pajak seperti itu merupakan yang pertama kali di Eropa. Hal itu menimbulkan, ketakutan tersendiri karena bukan tidak mungkin juga akan diberlakukan di Spanyol dan Italia jika negara itu meminta \"bailout\" juga, sehingga bisa membuat deposan di Uni Eropa melarikan depositonya dari Eropa.

Lanjutnya, di sisi lain gejolak yang terjadi di Eropa digunakan oleh sebagian investor untuk melakukan aksi ambil untung ditengah indeks saham baik IHSG BEI maupun global yang terus menembus rekor baru. Berikutnya, indeks BEI Rabu diproyeksikan akan bergerak dengan kecenderungan menguat terbatas di kisaran 4.808-4.852 poin.

Pada perdagangan kemarin, aksi ambil untung terjadi di penghujung perdagangan, menyasar saham-saham komoditas dan lapis dua. Untungnya, aksi jual ini tidak sampai membuat indeks jatuh ke zona merah.

Investor asing yang selama pekan lalu melakukan aksi beli, kini mulai mengambil untung. Transaksi asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 248,19 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 178.371 kali pada volume 10.621 miliar lembar saham senilai Rp 7,25 triliun. Sebanyak 163 saham naik, sisanya 102 saham turun, dan 92 saham stagnan.

Transaksi dan volume perdagangan naik cukup tinggi karena ada transaksi jual-beli saham salah satu tambang grup Bakrie, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) di pasar negosiasi dengan nilai lebih dari Rp 600 miliar. Bursa-bursa di Asia bergerak mixed gara-gara pasar saham Hong Kong yang jatuh ke zona merah dan bursa saham Jepang melesat paling tinggi lebih dari dua persen.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Merck (MERK) naik Rp 2.000 ke Rp 152.000, Century Textile (CNTX) naik Rp 1.000 ke Rp 6.100, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 900 ke Rp 78.000, dan Surya Toto (TOTO) naik Rp 500 ke Rp 8.100.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.450 ke Rp 38.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 350 ke Rp 48.100, Plaza Indonesia (PLIN) turun Rp 280 ke Rp 1.470, dan Sumber Alfaria (AMRT) turun Rp 150 ke Rp 5.900.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 27,670 poin (0,58%) ke level 4.830,496. Sementara Indeks LQ45 naik 4,507 poin (0,55%) ke level 824,728. Sentimen negatif dari krisis utang Uni Eropa dan melemahnya pasar global bisa ditepis oleh IHSG dengan bantuan dari positifnya pasar-pasar saham Asia. Aksi beli pun mulai kembali ramai terjadi.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 98.660 kali pada volume 3,421 miliar lembar saham senilai Rp 3,026 triliun. Sebanyak 149 saham naik, sisanya 73 saham turun, dan 106 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Merck (MERK) naik Rp 2.000 ke Rp 152.000, Century Textile (CNTX) naik Rp 1.000 ke Rp 6.100, Mayora (MYOR) naik Rp 750 ke Rp 27.750, dan Bank Mega (MEGA) naik Rp 425 ke Rp 4.025.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 800 ke Rp 38.650, Bayan (BYAN) turun Rp 250 ke Rp 8.150, Japfa (JPFA) turun Rp 150 ke Rp 8.900, dan Sumber Alfaria (AMRT) turun Rp 150 ke Rp 5.900.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 12,77 poin atau 0,27% ke posisi 4.815,59. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 3,19 poin (0,39%) ke level 823,41, “Mayoritas bursa Asia termasuk indeks BEI kembali bergerak menguat atau rebound setelah terimbas sentimen negatif dari Siprus yang merencanakan untuk memberlakukan pajak tambahan bagi deposan di perbankannya dalam menambah penerimaan negara,\" kata analis Samuel Sekuritas, Adrianus Bias.

Dia menambahkan, beberapa sektor saham yang yang berada dalam area negatif pada perdagangan sebelumnya sudah diperkirakan bakal mengalami teknikal \"rebound\" seperti sektor perbankan dan konsumer.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng Selasa, dibuka menguat 126,56 poin (0,57%) ke level 22.209,92, indeks Nikkei-225 naik 22,41 poin (1,82%) ke level 12.443,04, Straits Times menguat 11,35 poin (0,35%) ke posisi 3.267,82. (bani)

Related posts