Tradisi Semana Santa Peninggalan Portugis - Larantuka, Flores Timur, NTT

Setiap tahunnya, seminggu sebelum Paskah, Kota Larantuka di Flores Timur akan dipadati ribuan orang dari berbagai daerah di Flores bahkan juga orang Indonesia dari berbagai tempat untuk merayakan Pekan Suci Semana Santa. Tahun lalu acara keagamaan ini berlangsung bulan April namun tahun ini pelaksanaanya dimajukan lebih awal yaitu pada 27 hingga 31 Maret 2013.

Semana Santa merupakan tradisi peninggalan Portugis yang sudah bercampur dengan tradisi lokal masyarakat Larantuka sebagai bentuk penyambutan datangnya hari Paskah. Semua tradisi, ornamen, dan perlengkapan yang digunakan dalam pelaksanaan prosesi Jumat Agung adalah warisan Portugis, bahkan untuk doa dan kidung pujian menggunakan bahasa Portugis.

Semana Santa akan dimulai dengan Rabu Trewa yang dihelat pada 27 Maret 2013. Pada hari itu, masyarakat akan berkumpul di kapel dan berdoa. Prosesi ini bertujuan untuk mengingat pengkhianatan yang dilakukan oleh Yudas Iskariot yang akhirnya menyebabkan penangkapan Yesus oleh tentara Romawi. Pada prosesi ini, Kota Larantuka berubah menjadi kota berkabung dimana umat akan tenggelam dalam kekhidmatan dan refleksi pemurnian jiwa.

Pada sore hari Kamis Putih, masyarakat bersiap untuk prosesi tikam turo. Dalam prosesi ini, mereka akan mempersiapkan jalur sepanjang tujuh kilometer dengan memasang lilin di tepi kiri dan kanan sepanjang jalur. Jalur ini akan digunakan untuk prosesi di hari berikutnya. Sementara Di Kapel Tuan Ma (Perawan Maria) peti mati yang disegel selama satu tahun akan dibuka oleh Conferia. Setelah itu patung Tuan Ma atau Perawan Maria akan dimandikan dan dipakaikan baju berkabung berupa kain berwarna hitam, ungu, atau mantel beludru biru.

Acara puncak akan berlangsung pada Jumat Agung atau Sesta Vera yang tahun ini jatuh pada 29 Maret 2013. Pada Jumat pukul sepuluh pagi, pintu kapel Tuan Ma dan Tuan Ana (Yesus dan Bunda Maria) akan dibuka. Prosesi Jumat Agung diisi dengan prosesi pengusungan tubuh Yesus Kristus, prosesi ini sebagai pusat kebaktian. Sabtu Santo (Sabtu Suci) dan Minggu Paskah akan diadakan pada hari berikutnya, menandai akhir prosesi seluruh minggu Paskah.

BERITA TERKAIT

Parade Budaya HUT ke-415 Kota Singaraja: Ungkap Sejarah, Tampilkan Tradisi

Parade Budaya HUT ke-415 Kota Singaraja: Ungkap Sejarah, Tampilkan Tradisi NERACA Buleleng, Bali - Parade Budaya yang digelar dalam rangka…

Kemendesa PDTT Tingkatkan Kesejahteraan Daerah Tertinggal di Lombok Timur

    NERACA   Lombok - Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu (PDTu) bersama dengan Ditjen Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Kementerian…

Jumlah Investor di NTT Tumbuh Signifikan

Pengamat ekonomi, Dr James Adam mengemukakan, perkembangan investasi pasar modal di Provinsi Nusa Tenggara Timur menunjukkan kondisi yang menggembirakan dalam…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Indonesia Peringkat Atas Wisata Halal Terpopuler Dunia

Indonesia akhirnya berhasil menduduki peringkat teratas sebagai destinasi wisata halal populer di dunia tahun ini. Hal itu tercantum dalam studi…

Karang di Kepulauan Togean Mulai 'Mekar'

Sebagai sebuah kawasan Taman Nasional berbentuk kepulauan, Togean lekat dengan pesona pesisir dan alam bawah lautnya. Untuk menjaga kelestarian alamnya,…

Curug Ngebul Jadi Primadona Baru di Cianjur

Objek wisata alam di Indonesia seakan tidak ada habisnya 'ditemukan', entah itu dari kawasan pesisir atau pegunungan.Salah satu objek wisata…