Prospek Pasar Reksa Dana Masih Kokoh - Ditopang Pertumbuhan Indeks 15%

NERACA

Jakarta- Meskipun pasar saham diperkirakan rawan koreksi pada jangka pendek akibat beberapa sentimen negatif jangka pendek yang membayangi kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), namun sejumlah sektor saham berbasis domestik dinilai masih dapat menopang pertumbuhan indeks di kisaran 14%-15%.

Pasalnya, di awal semester saja, indeks telah menunjukkan pertumbuhan positif di kisaran 13%. Hal tersebut tentu memberikan angin segar bagi kinerja produk investasi berbasiskan saham. Tidak terkecuali bagi produk reksa dana. Bahkan, pada awal semester ini, beberapa perusahaan optimistis akan mencapai target dana kelolaannya, antara lain dengan meluncurkan produk baru reksa dana saham.

Catat saja, PT Sucorinvest Central Gani yang menargetkan dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) sebesar Rp 3 triliun pada tahun ini. Pasalnya, per Februari 2013, jumlah dana kelola Sucorinvest telah mencapai Rp 2,420 triliun. Jumlah tersebut terdiri atas Reksadana Penyertaan Terbatas (RDPT) Rp 1,9 triliun, reksadana proteksi Rp 320 miliar dan reksadana konvensional sebesar Rp 200 miliar.

Kata Direktur Sucorinvest, Christian Hermawan, target tersebut akan dicapai dengan menambah pemegang unit reksadana yang diharapkan akan bertumbuh dua kali lipat pada tahun ini, atau sebanyak 1.000 orang, dari pertumbuhan tahun lalu yang mencapai 490 orang seiring pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). “ IHSG selalu bullish dalam beberapa waktu ini, jadi bagi yang melakukan aksi ambil untung maka akan mengalihkan investasinya ke reksadana,” ujarnya.

Menurutnya, untuk meningkatkan pertumbuhan pemegang unit reksa dana, Sucorinvest berencana meluncurkan produk reksadana, tiga produk terdiri atas reksadana proteksi dan sisanya reksadana campuran, dan reksadana saham.

Selain Sucorinvest, CIMB Asset Management juga menargetkan dana kelolaan dapat bertumbuh signifikan dibanding tahun lalu atau sebesar Rp 3 triliun dari nilai sebelumnya yang mencapai Rp 1,9 triliun, “Target dana kelola kami Rp 3 triliun hingga akhir tahun ini, peningkatan dana kelolaan reksa dana tersebut didukung oleh produk-produk reksa dana yang sudah ada dan peluncuran produk reksa dana baru di tahun ini,” kata Direktur PT CIMB Principal Asset Management, Fajar Hidajat.

Dia mengatakan, pada April tahun ini pihaknya akan meluncurkan reksa dana saham, CIMB Principal Indo Domestic Equity Fund dengan target dana kelola mencapai Rp 100 miliar. Dirinya meyakini, peluncuran produk baru di bulan April ini merupakan momentum yang tepat berdasarkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Alasan lainnya menurut Fajar adalah perkembangan AUM sejak 2007 hingga 2012 yang hanya mengalami penurunan di tahun 2008 kemudian hingga 2012 terus mengalami peningkatan.

Wakil Ketua Asosiasi Pengelola Reksadana Indonesia (APRDI), Denny R. Taher sebelumnya mengatakan, pihaknya optimistis target dana kelolaan reksadana akhir tahun ini bisa mencapai Rp180 triliun. Hal tersebut didasarkan pada pertimbangan, kinerja reksadana saham saat ini, khususnya konsumer dan perbankan, menunjukkan kinerja yang cukup cukup baik. (lia)

BERITA TERKAIT

Diamon Patok Harga IPO Rp 915 Persaham

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Diamond Food Indonesia Tbk akan menggelar penawaran umum perdana atau…

Diburu Banyak Nasabah - Hanson Gagal Bayar Balikkan Pinjaman Individu

NERACA Jakarta- Pasca ditahan dan ditetapkannya komisaris utama PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro sebagai tersangka kasus korupsi PT…

Marak Saham Gorengan - DPR Kritisi dan Evaluasi Pengawasan BEI

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayar premi PT Asuransi Jiwasraya hingga menuai kerugian besar lantaran terjebak investasi saham lapis tiga…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pabrik Karawang Beroperasi - Softex Bidik Bisnis Tumbuh Double Digit

NERACA Bandung –Mengulang kesuksesan pertumbuhan bisnis di tahun 2019 kemarin, perusahaan prdousen saniter PT Softex Indonesia mematok pertumbuhan bisnis tahun…

Tambah Portofolio Aset - SDI Akuisisi Gedung Milik SCB Rp 20 Miliar

NERACA Jakarta -  Dukung pengembangan bisnisnya, PT Serba Dinamik Indonesia (SDI) mengakuisisi gedung milik PT Surya Cipta Banten (SCB) senilai…

Marak Terbitkan Obligasi - Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 40,7 Triliun

NERACA Jakarta –Pasar obligasi dalam negeri di tahun 2020 masih berpiotensi tumbuh, meskipun dihantui sentimen negatif pasar global. Berkah inilah…