Pemerintah Yakin Pertumbuhan di Atas 6%

NERACA

Jakarta - Meskipun untuk mencapai target sebesar 6,8% dinilai cukup berat, tetapi Pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi di tahun ini masih akan berada di atas 6%. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, Senin (18/3).

Sektor yang masih akan mendorong pertumbuhan ekonomi pada tahun ini, kata Hatta, adalah dari sisi konsumsi dan investasi. “Pertumbuhan ekonomi 6,8% memang berat kita capai. Ini harus jujur diakui. Tapi Indonesia akan tetap tumbuh di atas 6%,” kata dia.

Hatta mengakui gejolak ekonomi global baik Eropa maupun Amerika Serikat yang terjadi cukup mempengaruhi kinerja pertumbuhan ekonomi. Sehingga target di Rencana Pemerintah Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sampai tahun 2014 yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi sebesar 7%, akan lebih berat.

“Kita harus realistis dalam menghadapi hal seperti ini, jadi jangan dianggapwahgagal mencapai target, bukan seperti itu. Negara lain juga luar biasa banyak yang mengalami pertumbuhan ekonomi 1%-2%, sedangkan kita 6,3%. Itu sudah nomor dua setelah Cina,” jelas Hatta.

Meskipun pertumbuhan ekonomi baik, namun Bank Dunia menyatakan bahwa pada 2012 Indonesia tumbuh dalam tekanan.Ekonomi Indonesia mencatat laju pertumbuhan yang kokoh selama tahun 2012.Pada saat bersamaan, tekanan terhadap kebijakan dan perekonomian domestik mulai meningkat.

Hal tersebut tercantum dalam Laporan Perkembangan Triwulan Perekonomian edisi Maret 2013 yang diluncurkan Bank Dunia, Senin. Ekonom Utama Bank Dunia Jim Brumby mengatakan, ekonomi Indonesia yang tumbuh kuat, bahkan hingga kuartal terakhir tahun 2012 menjadikan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 6,2%.

Dia menambahkan, Indonesia mencatat pertumbuhan PDB yang kuat pada kuartal IV-2102. \"Indonesia akan dapat menjaga laju pertumbuhan yang kuat, namun tidak ada waktu untuk berpuas diri, karena sejumlah tekanan mulai meningkat yang dapat menggeser laju pertumbuhan ekonomi negara ini,\"kata dia.

Bank Dunia menilai, terdapat sejumlah tekanan terhadap laju pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang antara lain berupa kondisi ketidakpastian global yang tinggi dan melambatnya pertumbuhan investasi. Selain itu, kualitas kebijakan dalam negeri yang semakin menjadi perhatian seiring kian dekatnya pemilihan umum (Pemilu) tahun 2014 juga menjadi tekanan tersendiri.

Sesuai perkembangan perekonomian teraktual, Bank Dunia juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2013 berada pada kisaran 6,2%. Penyediaan lapangan kerja yang lebih luas dan berkualitas juga dinilai akan lebih bermanfaat, seiring dengan besarnya arus urbanisasi.

Pada gilirannya, hal ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi peningkatan kesejahteraan dan pendapatan masyarakat. Indonesia memiliki potensi untuk melampaui angka yang telah diproyeksikan tersebut. Selain itu, Bank Dunia juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini mencapai 2,4% setelah sebelumnya diproyeksikan pada tahun 2012 sebesar 2,3%. [iqbal]

Related posts