Dyandra Yakin Jaring Investor Ritel - Tetapkan Saham Rp350

NERACA

Jakarta- Pasca mendapatkan pernyataan efektif secara resmi dari Otoritas Jasa Keuangan untuk dapat melakukan penawaran saham umum perdana (Initial Public Offering/IPO) berkode efek “DYAN”, PT Dyandra Media International, Tbk optimistis dapat menarik minat investor dalam pemasaran sahamnya ke publik di harga Rp 350 per saham.”Kami optimistis penawaran perdana saham akan mendapat tanggapan positif dari seluruh calon investor dan masyarakat umum. Ditambah lagi dengan struktur dan valuasi IPO yang sangat menarik bagi investor,” kata Presiden Direktur Perusahaan, Lilik Oetama dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (18/3).

Menurutnya, minat investor tercermin dari feedback masa bookbuilding yang sangat antusias mulai tanggal 19 Februari 2013 hingga 5 Maret 2013. Tidak hanya valuasi yang menarik, dia mengklaim hal itupun didukung dengan posisinya sebagai market leader dalam sektor industri jasa MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) di Indonesia yang terus bertumbuh seiring dengan beragam event yang ditangani perusahaan.

Dalam IPO ini, lanjut dia, perusahaan berharap dapat memperoleh dana segar sebesar Rp448,7 miliar dari total jumlah saham yang ditawarkan sebanyak 1,282 miliar saham. Pihaknya akan menggunakan dana hasil IPO (net proceed) untuk mendukung pengembangan kegiatan operasi perusahaan, baik berupa pengembangan anak usaha, pelunasan pokok utang bank, dan modal kerja.

Di tahun ini saja, kata dia, perusahaan sedang mengembangkan 3 gedung konvensi yaitu pembangunan tahap kedua Bali Nusa Dua Convention Center seluas 25.000 meter persegi, pembangunan Indonesia International Expo di Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang Selatan, Banten, dan pembangunan Makassar International Convention Center yang berlokasi di kawasan Tanjung Bunga Makassar, Sulawesi Selatan.

Dia mengatakan, proses penawaran umum saham perdana kepada seluruh calon investor dan masyarakat umum telah dilakukan pada tanggal 15, 18 dan 19 Maret 2013 yang berlokasi di Bapindo Plaza. Analis dari Trus Securities, Reza Priyambada sebelumnya mengatakan, harga pelepasan saham perusahaan pada harga Rp 350 maka secara PER tergolong tinggi. Akan tetapi, tingginya PER ini karena perusahaan melakukan pelepasan saham yang meningkat 1,4 kali dibandingkan jumlah saham beredar sebelum IPO sehingga menghasilkan nilai EPS yang menurun. (lia)

Related posts