Reswara Minergi Raih Pinjaman Bank US$ 150 Juta

NERACA

Jakarta – Dalam rangka mendukung ekspansi bisnis tambangnya di Aceh, PT Reswara Minergi Hartama dan Reswara Group yang merupakan anak usaha PT ABM Investama Tbk memperoleh pinjaman sebesar US$ 150 juta dari Qatar National Bank (QNB), PT Bank QNB Kesawan Tbk (QNBK) dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank).

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta kemarin. Kata Presiden Direktur Reswara Minergi, Harry Asmar, pinjaman tersebut sebagian besar akan digunakan untuk tambang batubara, di Kabupaten Nagan Raya dan Kabupaten Aceh Barat di Aceh, “Grup Reswara telah mengalokasikan US$ 125 juta untuk proyek pembangunan infrastruktur dan dana tersebut diambil dari sebagian hasil IPO ABM tahun 2011 sisanya dari pinjaman\", ujarnya.

Dia juga optimis target pembangunan infrastruktur tersebut selesai di semester kedua tahun ini. Menurutnya, pendanaan ini diyakini akan memberi kontribusi untuk pembangunan infrastruktur tambang batubara dan membawa multiplier effect bagi perekonomian Aceh.

Dia menambahkan, dana ini akan melengkapi pembiayaan untuk pembangunan pelabuhan, jalan, kantor, bengkel dan fasilitas pendukung lainnya untuk memaksimalkan keunggulan tambang batu bara Reswara di Aceh dengan jarak tambang relatif dekat sekitar 12 km dan juga lokasi tambang yang berhubungan langsung dengan samudera Hindia.

Kata Harry, pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan hasil tambang. Sebagai informasi, PT Reswara menargetkan pembangunan infrastruktur ini dapat menghasilkan batubara sebanyak 20 juta ton tiap tahunnya untuk menambah produksi batubara yang hanya menghasilkan 5 juta ton tiap tahunnya di Kalimantan.

Harry juga menjelaskan mengenai perkembangan pembangunan infrastruktur tambang batubara di Aceh yang sudah mencapai 60% dan ditargetkan kuartal IV tahun ini selesai dan dapat berproduksi. (nurul)

BERITA TERKAIT

BMRS Lunasi 20% Saham DPM Ke Antam - Raih Dana Segar dari NFC China

NERACA Jakarta – Mengantungi dana segar senilai US$ 198 juta dari NFC China, mendorong PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)…

Upsus Siwab Targetkan Kelahiran Sapi Hingga 3,5 Juta Ekor

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) menargetkan kelahiran anak sapi hingga 3,5 juta ekor…

Produksi TOBA 5,8 Juta Ton Batu Bara

Hingga akhir tahun 2018, PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) menargetkan volume produksi dan penjualan batu bara sekitar 5,4 juta—5,6…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Keadilan Akan Batasi Ruang Genderuwo Ekonomi

Istilah genderuwo mendadak viral setelah dicetuskan Presiden Jokowi untuk menyebut politikus yang kerjanya hanya menakut-nakuti masyarakat, pandai memengaruhi dan tidak…

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…