Bank DKI Buka Cabang Pertama di Jawa Tengah - Bank Nobu Menyusul

NERACA

Solo - PT Bank DKI semakin gencar melakukan ekspansi berupa pembukaan kantor cabang (kacab) di luar Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi). Setelah membuka kacab pertama di Surabaya, Jawa Timur pada September 2012 lalu, kini Bank DKI kembali membuka kacab di salah satu kota penghasil batik, Solo Jawa Tengah, tepatnya Jl Slamet Riyadi, pada Minggu (17/3) pekan lalu.

Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono, menuturkan dipilihnya Solo lantaran kota tersebut merupakan salah satu kota besar di wilayah Jawa Tengah. Solo memiliki luas wilayah 44 kilometer, yang terbagi dalam lima kecamatan dan 51 kelurahan. Sementara jumlah penduduknya sekitar 500 ribu jiwa dengan jumlah tenaga kerja mencapai 260 ribu jiwa.

\"Solo juga merupakan kota perdagangan dan ekonomi yang di dukung atas kehadiran lebih dari 6.000 unit usaha, dengan perputaran investasi yang besar. Kami sudah rencanakan membuka di Solo sejak awal 2012,\" ujar Eko. Tak hanya itu saja. Dia juga mengungkapkan, Solo diketahui banyak perusahaan besar dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang potensial.

Sejalan dengan prinsip Bank DKI yang ingin memajukan perekonomian daerah, maka Eko optimis dapat membantu mengembangkan perekonomian di Kota Batik tersebut. “Dengan berlokasi di Jalan Slamet Riyadi, akan memudahkan kami fokus pada pembiayaan UMKM. Karena di sini (Slamet Riyadi) merupakan pusat bisnis. Dan juga, potensi Solo untuk sektor UMKM masih sangat terbuka,\" papar Eko.

Setelah Solo, dirinya juga membuka kacab di Bandung pada April 2013 mendatang, disusul Pekanbaru, Palembang, Makassar, dan Cirebon. Dia menargetkan akan membuka 50 outlet Bank DKI di seluruh Indonesia tahun ini.

Dengan diresmikannya kacab ini, Bank DKI telah memiliki 202 jaringan kantor yang terdiri dari 20 kantor cabang konvensional, 2 cabang syariah, 37 cabang pembantu konvensional, 8 cabang pembantu syariah, 105 kantor kas konvensional dan kantor kas syariah, 31 payment poin berikut dengan 4 samsat drive thru.

Kacab ke-67

Terkait kinerja, Bank DKI berhasil mencatatkan laba bersih Rp339,28 miliar pada 2012, atau meningkat 12,59% dibanding dengan laba bersih 2011 sebesar Rp301,33 miliar. Sedangkan, pendapatan bunga bersih naik 30,54% menjadi Rp1,20 triliun di 2012 dari sebelumnya Rp925,04 miliar.

Di tempat yang sama, Deputi Kepala Perwakilan BI Wilayah Solo Raya, Arif Nazaruddin, menuturkan dengan masuknya Bank DKI Cabang Slamet Riyadi, maka menambah jumlah kacab bank-bank yang ada di wilayah Solo Raya. \"Ini (kantor cabang Bank DKI Slamet Riyadi) menjadi ke-67 kantor cabang di Solo Raya,\" kata dia.

Dia juga mengungkapkan, setelah Bank DKI, aka nada dua bank lagi yang sudah pasti membuka cabangnya di Solo. Salah satunya Bank Nobu milik Lippo Group. “Bank Nobu akan buka (kacab) di sini (Solo). Satu lagi saya lupa. Izinnya sudah keluar. Semester I 2013 sudah beroperasi,” tandas Arif.

Total aset perbankan wilayah Solo Raya mencapai 25,78% atau sebesar Rp47,5 triliun. Sementara dana pihak ketiga (DPK) senilai 16,17% atau Rp35,6 triliun. Rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) hanya 2,34% atau di bawah target BI yang sebesar lima persen. Sedangkanloan to deposit ratio(LDR) atau rasio kredit terhadap DPK di atas 100%, atau tepatnya 110,21%. [ardi]

Related posts