Pemodal Asing Ancam IKM Otomotif - Daya Saing Industri Komponen Masih Rendah

NERACA

Jakarta - Investor asing dengan modal besar dinilai menjadi ancaman yang serius bagi perkembangan para pelaku industri kecil dan menengah bidang komponen otomotif nasional. M. Kosasih, Ketua Koperasi Industri Komponen Otomotif Indonesia (Kikko) mengatakan para pelaku industri kecil dan menengah bidang komponen otomotif nasional, baik sepeda motor maupun mobil, khawatir terhadap investor modal besar dari luar negeri yang datang untuk menggarap usaha sejenis dengan yang mereka kerjakan.

Jika pemerintah tidak cermat memperhatikan investor asing tersebut, lanjutnya, maka industri kecil dan menengah bidang komponen otomotif lokal sulit untuk bersaing sehingga perusahaan lokal yang menyerap banyak tenaga kerja itu terancam akan gulung tikar.

\"Untuk itu kami berharap pemerintah dan agen tunggal pemegang merek dapat memberikan pelatihan dan training guna meningkatkan kemampuan, kecakapan dan keterampilan para palaku industri kecil dan menengah dalam memenuhi kebutuhan untuk meningkatkan usaha,\" tegasnya, Senin (18/3).

Dia juga mengingatkan bahwa industri skala kecil dan menengah komponen terus mendukung industri otomotif dengan terus meningkatkan produk dan kualitasnya kendati dengan beban biaya produksi yang lebih besar bekalangan ini.

\"Kami berusaha terus meningkatkan kerja sama dengan industri otomotif kendati memangalami beban biaya produksi yang semakin tinggi akibat penaikan upah minimum dan harga bahan baku yang semakin tinggi,\" katanya.

Menurut dia, penaikan biaya produksi komponen otomotif yang semakin tinggi menyebabkan produsen komponen anggota Kikko harus merelakan margin keuntungannya semakin kecil dengan harapan agar usahanya tetap bisa berjalan dengan lancar.

Sebab, imbuhnya, para pengusaha produsen komponen otomotif berkomitmen untuk mempertahankan usahanya agar tetap beroperasi, terutama dengan mempertimbangkan banyak karyawan yang bekerja mencari nafkah untuk keluarga mereka.

Banjir Impor

Sementara itu, Dirjen IKM Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Euis Saedah mengungkapkan pertumbuhan IKM komponen dinilai masih rendah. Alhasil, barang impor pun membanjiri pasar dalam negeri.

Dirjen Euis mengatakan, pertumbuhan sektor otomotif dalam negeri sangat tinggi, sementara jumlah supplier komponen otomotif lokal masih rendah. \"Harusnya pertumbuhan otomotif dibarengi dengan peningkatan jumlah supplier komponennya,\" ujar Euis saat dialog peluang dan tantangan IKM komponen otomotif di Indonesia, kemarin.

Menurut dia, industri komponen otomotif di Indonesia masih tertinggal jauh di negara Asia lainnya seperti Thailand. Jumlah industri komponen otomotif lokal hanya 14 persen dari yang dimiliki Negeri Gajah Putin itu. Padahal, industri komponen otomotif di Indonesia sudah ada sejaktahun 1979.

Euis menyatakan, ada beberapa kendala dalam pengembangan IKM komponen otomotif lokal. Di antaranya masih memiliki keterbatasan kemampuan untuk memenuhi persyaratan Quality, Cost and Delivery atau QCD, kemampuan SDM dan beberapa teknologi kunci juga belum dimiliki.

Akibat beberapa kendala itu kondisi yang terjadi saat ini sebagian besar komponen otomotif yang beredar di pasaran masih produk impor. \"Ke depan kita ingin kondisi itu terbalik, kita harus bisa memasok hampir keseluruhan produk komponen dan sub komponen otomotif,\" jelasnya.

Euis mengatakan, beberapa upaya yang dilakukan Kemenperin untuk mendorong perkembangan industri komponen otomotif Indonesia, di antaranya memfasilitasi pelatihan dan standardisasi.Perkembangan volume pasar dari 2005 hingga 2010 terus mengalami peningkatan, baik untuk komponen motor maupun mobil.

\"Perkembangan penyerapan pasar dari iridustri komponen otomotif itu terus mengalami peningkatan baik komponen otomotif yang akan dikirim untuk industri perakitan mobil atau motor, Original Equipment Manufacture (OEM) maupun komponen yang akan dijual ke langsung ke pasar,\" terangnya.

Ketua Dewan Penasihat Himpunan Bengkel Binaan Astra (HBBA) Pipin Machrufin mengatakan, sebagai wujud komitmennya dalam pengembangan industri komponen otomotif dalam negeri, pihaknya akan menyalurkan komponen hasil karya industri komponen otomotif Indonesia ke seluruh bengkel anggota HBBA. \"Kita akan menyalurkan seluruh jenis komponen otomotif hasil karya industri lokal yang tergabung dalam KIKO ke seluruh bengkel HBBA di Indonesia yang berjumlah 127 bengkel,\" ujar Pipin.

Di lain kesempatan, anggota Komisi VI DPR Ferrari Romawi mengungkapkan untuk memperkuat industri otomotif nasional, pemerintah bareng swasta harus memperkuat industri komponennya terlebih dahulu. Pasalnya apabila Indonesia mau membangun industri otomotif tanpa diimbangi dengan maju industri komponen, sampai kapanpun tidak akan berhasil dan sudah pasti akan ketergantungan impor komponen. “Industri otomotif harus diimbangi dengan kemajuan industri komponen dalam negeri,” terang Ferarri kepada Neraca, sebelumnya.

Ferarri memaparkan kalau selama ini Indonesia hanya dijadikan pasar saja oleh Jepang, tanpa dibarengi alih teknologi. “Sehingga bangsa ini tidak pernah bisa mandiri di sektor otomotif. Indonesia memiliki kedekatan khusus secara bilateral dengan Jepang,” tambahnya.

Related posts