Dinilai Efektif, Emiten Lebih Marak Terbitkan Obligasi - Pilihan Tepat Untuk Pembiayaan

NERACA

Jakarta-Sebagai alternatif pembiayaan usaha, selain pinjaman yang diperoleh dari perbankan, obligasi menjadi pilihan emiten dan dinilai efektif untuk penambahan modal usaha, baik untuk ekspansi maupun refinancing. Terlebih disebutkan ada upaya pemerintah untuk menekan tingkat suku bunga acuan bank sebesar 5,75 %.

Oleh karena itu, tidak heran hingga kuartal pertama tahun ini saja, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, terdapat 11 emisi dari 9 emiten senilai Rp11,09 triliun. Ditambah lagi adanya dua emiten yang mencatatkan penerbitan obligasinya, PT Medco Energy International Tbk (MEDC) dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

PT Medco Energi International Tbk (MEDC) akan menerbitkan obligasi tahap II tahun 2013 sebesar Rp1,5 triliun bertenor lima tahun. Obligasi ini mendapatkan peringkat idAA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi antara lain PT Standard Chartered Securities Indonesia, PT Bahana Securities, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Danareksa Sekuritas. Adapun posisi wali amanat diserahkan kepada PT Bank Mega Tbk.

Sementara PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencatatkan obligasi berkelanjutan I ADHI tahap II 2013 dan sukuk mudharabah berkelanjutan I ADHI tahap II 2013. Obligasi berkelanjutan ini terdiri dari dua seri yaitu seri A dengan nilai nominal Rp125 miliar berjangka waktu lima tahun, sedang seri B dengan nilai nominal Rp500 miliar berjangka waktu tujuh tahun. Obligasi ini mendapatkan peringkat idA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Selain penerbitan obligasi, perseroan juga menerbitkan sukuk mudharabah berkelanjutan I tahap II 2013, dengan nilai nominal Rp125 miliar berjangka waktu lima tahun. Sukuk mudharabah mendapatkan peringkat idA(sy). Sebagai Penjamin emisi obligasi tersebut, yaitu PT Danareksa Sekuritas dan PT BCA Securities.

Maraknya penerbitan obligasi pada semester pertama tahun ini, menurut analis obligasi Danareksa Sekuritas, Yudistira Slamet, di tahun ini secara jumlah dan sektor penerbitan obligasi akan terus mengalami peningkatan. Pihaknya memproyeksikan, tingkat inflasi akan terjaga di kisaran 4,2% dan BI Rate tetap di 5,75%.

Tumbuh 24,27%

Menurutnya, total outstanding obligasi korporasi diproyeksikan mengalami peningkatan sebesar 24,27% dibanding tahun 2012 lalu. Dia menyarankan agar investor mendiversifikasi sektor dan peringkat untuk obligasi korporasi untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih baik, mengingat terdapat potensi capital gain dari transaksi sekunder.

Sebelumnya, analis Obligasi dari Trimegah Securities, Soni Pande pun mengatakan, pasar obligasi 2013 akan cukup menggembirakan. Pasalnya, dibandingkan Filipina yang hanya sebesar 9%, dari sisi margin return obligasi Indonesia masih lebih baik, yaitu sekitar 11%.

Dia memproyeksikan, pada tahun 2013, akan ada tambahan supply sekitar Rp50-60 triliun dalam rangka refinancing. Hal tersebut didorong adanya sejumlah obligasi korporasi yang jatuh tempo, yaitu sebesar Rp33 triliun. Sejauh ini, prospek penerbitan obligasi di tahun 2013 juga dapat dilihat dari likuiditas yang semakin menggembirakan. “Volume transaksi obligasi di tahun 2011 sebesar Rp500 miliar per hari, di tahun 2012 sekitar Rp620 miliar per hari. Untuk tahun ini masih positif mengalami pertumbuhan.” jelasnya. (lia)

Related posts