BUMN Konstruksi Berlomba Bukukan Kenaikan Laba - Berkah Proyek MP3EI

NERACA

Jakarta – Sepanjang tahun 2012, hampir semua BUMN kontruksi berhasil mencatatkan performance kinerja keuangan yang apik. Pasalnya, selain berhasil mencatatkan penjualan yang bagus juga perolehan laba yang tumbuh. Kondisi ini dipicu proyek pemerintah bidang infrastruktur melalui program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Tengok saja, laba bersih PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) naik 29,20% menjadi Rp505,12 miliar pada 2012 dari periode sama sebelumnya Rp390,94 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (18/3).

Selain itu, penjualan bersih perseroan naik menjadi Rp9,81 triliun pada 2012 dari periode sama sebelumnya Rp7,74 triliun. Beban pokok penjualan perseroan naik menjadi Rp8,90 triliun pada 2012 dari periode sama sebelumnya Rp6,97 triliun.

Sementara laba kotor setelah ventura bersama naik menjadi Rp1,11 triliun pada 2012 dari periode sama sebelumnya Rp864,93 miliar. Laba usaha perseroan naik menjadi Rp845,41 miliar pada 2012 dari periode sama sebelumnya Rp653,74 miliar. WIKA membukukan kenaikan pendapatan bunga naik menjadi Rp36,48 miliar pada 2012 dari periode sama sebelumnya Rp34,32 miliar.

Laba penjualan aset tetap naik menjadi Rp305,95 juta pada 2012 dari periode sama sebelumnya Rp105,49 juta. Total liabilitas dan ekuitas WIKA naik menjadi Rp10,94 triliun pada 31 Desember 2012 dari periode sama sebelumnya Rp8,32 triliun. Kas dan setara kas naik menjadi Rp1,49 triliun pada 31 Desember 2012 dari periode sama sebelumnya Rp1,24 triliun.

Kondisi yang sama juga dialami PT Adhi Karya Tbk (ADHI). Dimana laba komprehensif perseroan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 16,34% menjadi Rp211,92 miliar dari periode sama sebelumnya Rp182,15 miliar.

Kemudian pendapatan usaha perseroan juga naik 13,92% menjadi Rp7,62 triliun pada 2012 dari periode sama sebelumnya Rp6,69 triliun. Sementara laba bersih per saham dasar juga naik menjadi 117,46 pada 2012 dari periode sama sebelumnya 103,64.

Tidak jauh berbeda juga dengan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) yang membukukan laba komprehensif naik 47,49% menjadi Rp254,36 miliar pada 2012 dari periode sama sebelumnya Rp172,45 miliar.

Disebutkan, pendapatan usaha perseroan naik menjadi Rp8,80 triliun pada 2012, YoY dari Rp7,27 triliun. Beban pokok pendapatan naik menjadi Rp8,07 triliun pada 2012, YoY dari Rp6,61 triliun. Laba bruto naik menjadi Rp732,25 miliar pada 2012, YoY dari Rp663,19 miliar.

Selain itu, perseroan juga meraih keuntungan selisih kurs sebesar Rp2,11 miliar pada 2012 dari periode sama sebelumnya rugi Rp4,09 miliar. Perseroan meraih pendapatan lainnya menjadi Rp72,18 miliar pada 2012 dari periode sama sebelumnya Rp43,46 miliar. Sedangkan untuk penjualan, Waskita membukukan penjuakan Rp 8,7 triliun atau meleset dari target awal Rp 9 triliun. Alasannya melesetnya dari target, disebabkan terhambat soal pembebasan lahan di proyek Bandara Djuanda Surabaya. (bani)

BERITA TERKAIT

Bank BUMN Minta Pengaturan Bunga Deposito

      NERACA   Jakarta - Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) memandang saat ini industri perbankan masih memerlukan pengaturan…

Proyek KPBU Tak Terganggu Tahun Politik

  NERACA   Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro memastikan proyek-proyek infrastruktur yang dibiayai dengan skema…

Bangun Pabrik di Jawa Tengah - PBID Targetkan Konstruksi Kuartal 1/2019

NERACA Jakarta – Rencana pembangunan pabrik baru di Jawa Tengah, terus di kejar progresnya oleh PT Panca Budi Idaman Tbk…

BERITA LAINNYA DI BERITA FOTO

BI PERTAHANKAN SUKU BUNGA ACUAN

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kiri) didampingi Deputi Gubernur Senior Mirza Adityaswara (kanan) memberikan keterangan pers hasil Rapat Dewan Gubernur…

REALISASI PENYALURAN KREDIT USAHA RAKYAT

Perajin merapikan tempat sampah hasil daur ulang di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/1/2019). Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR)…

KOMODITAS UNGGULAN EKSPOR KEMENTAN 2019

Petugas menyortir rempah-rempah di Pusat Saintifikasi dan Pelayanan Jamu (PSPJ) di Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (17/1/2019). Kementerian Pertanian memfokuskan beberapa…