Dua Emiten Masuk Dalam Pengawasan BEI

Lantaran mengalami peningkatan pergerakan harga saham di luar kewajaran, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengawasi kedua emiten yang mengalami kenaikan harga dan transaksi di luar kewajaran tersebut, diantaranya PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) dan PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PRAS).

Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (18/3). Kata Kadiv Pengawasan Transaksi BEI, Irvan Susandy, kedua emiten tersebut kini dalam pengawasan BEI.

Menurutnya, telah terjadi penurunan harga dan aktivitas transaksi saham MAYA dan PRAS di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA) dibandingkan sebelumnya. Pihak otoritas bursa telah meminta konfirmasi kepada perusahaan tercatat pada 2 Januari 2013 dan informasi terakhir yang dipublikasikan bursa yakni informasi pada 15 Maret 2013.

Karena itu, katanya bursa berharap investor selalu memperhatikan keterbukaan informasi perusahaan tercatat, mencermati kinerja perusahaan serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang timbul dikemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi. (bani)

BERITA TERKAIT

PP HIMMAH Desak OJK dan BEI Periksa PT Garuda

PP HIMMAH Desak OJK dan BEI Periksa PT Garuda NERACA Jakarta - Aliansi kepemudaan yang menamakan dirinya sebagai Himpunan Mahasiswa…

BEI Suspensi Saham Indo Komoditi Korpora

Lantaran terjadi penurunan harga saham yang cukup signifikan, menjadi alasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk melakukan penghentian sementara atau…

Usaha Kecil - Keterlibatan Sektor UKM dalam Rantai Nilai Global Masih Rendah

NERACA Jakarta – Wakil Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta menyatakan bahwa keterlibatan sektor usaha kecil menengah (UKM)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berikan Pendampingan Analis Investasi - CSA Research Gandeng Kerjasama Modalsaham

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal, khususnya generasi milenial dan juga mendukung inovasi sektor keuangan digital, Certified Security…

Sentimen BI Rate Jadi Katalis Positif Sektor Properti

NERACA Jakarta – Keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate  sebesar 0,25% menjadi 5,75% mendapatkan…

Siapkan Dana Investasi US$ 100 Juta - Saratoga Bangun Rumah Sakit di Bekasi

NERACA Jakarta –Genjot pertumbuhan portofolio investasi, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) terus mengembangkan investasinya. Salah satunya yang tengah dikembangkan…