Penyaluran Kredit UMKM di Solo Capai 40% - Di 2012

NERACA

Solo - Deputi Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (BI) Solo Jawa Tengah, Arif Nazaruddin, mengatakan penyaluran kredit (share credit) sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Solo Raya mencapai 40% dari total pertumbuhan pengucuran kredit perbankan di wilayah Solo Raya pada 2012 senilai Rp39 triliun atau 29,42%.

Artinya, sepanjang tahun lalu, perbankan memberikan fasilitas pinjaman kredit kepada UMKM sebesar Rp15,6 triliun. “Total jumlah perbankan di Solo Raya sebanyak 819 buah. Rinciannya, sebanyak 67 berbentuk kantor cabang bank umum, 484 kantor cabang pembantu bank umum, 170 kantor kas bank umum, 84 BPR, dan 14 kantor jaringan BPR,” ujar Arif kepada Neraca di Solo, Jawa Tengah, Minggu (17/3), pekan lalu.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, total aset perbankan wilayah Solo Raya mencapai 25,78% atau sebesar Rp47,5 triliun. Sementara dana pihak ketiga (DPK) senilai 16,17% atau Rp35,6 triliun. Rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) hanya 2,34% atau di bawah target BI yang sebesar lima persen. “Sedangkan loan to deposit ratio (LDR) atau yakni rasio kredit terhadap DPK di atas 100%, atau tepatnya 110,21%. Penyaluran penggunaan kredit didominasi oleh kredit modal kerja dan jasa,” jelas dia.

Sebagai informasi, akhir triwulan IV-2012, total aset perbankan mencapai Rp4.262,59 triliun, atau meningkat Rp253,22 triliun (6,32%) ketimbang triwulan III-2012. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan jumlah kredit pada triwulan IV-2012 yang mencapai Rp152,02 triliun dibandingkan triwulan III-2012.

Berdasarkan data BI yang dikutip Neraca, pada triwulan IV-2012, perkembangan intermediasi perbankan dalam mendukung pembiayaan perekonomian masih menunjukkan peningkatan dibandingkan triwulan III-2012. Hal tersebut tercermin dari peningkatan penyaluran kredit perbankan yang mencapai Rp2.707,86 triliun, tumbuh 5,95% dibandingkan triwulan III-2012 sebesar Rp2.555,84 triliun.

Berdasarkan jenis penggunaannya, kredit untuk tujuan produktif mencatat pertumbuhan yang tetaplebih tinggi dibandingkan tujuan konsumsi. Kredit Investasi (KI) dan Kredit Modal Kerja (KMK) padatriwulan IV-2012 tumbuh masing-masing sebesar 5,67% dan 6,49% dibandingkan triwulan III-2012.

Sementara itu, Kredit Konsumsi (KK) tumbuh sebesar 5,28%. Secara tahunan (year on year/yoy), pertumbuhanuntuk jenis kredit KI dan KK mengalami perlambatan dibandingkan tahun sebelumnya. PertumbuhanKI, KMK, dan KK tahun 2012 masing-masing sebesar 27,4%, 23,2%, dan 19,9%.Adapunpertumbuhan KI, KMK, dan KK pada tahun 2011 masing-masing sebesar 33,1%, 21,4%, dan 24,2%(yoy).

Secara sektoral, pertumbuhan kredit terbesar pada triwulan IV-2012 dibandingkan triwulan III-2012berasal dari sektor perdagangan (9,4%), pertanian (8,0%), dan pertambangan (10,9%). Sementarasecara tahunan (yoy), pertumbuhan kredit terbesar berasal dari sektor perdagangan (34,1%), industri(29,4%), dan pertanian (29%).

Peningkatan kredit perbankan pada triwulan IV-2012 diikuti dengan membaiknya kualitas kredityang tercermin dari menurunnya rasio NPL gross perbankan. Pada triwulanIV-2012, NPL gross perbankan menurun sebesar 0,20% dari 2,07% pada triwulan III-2012 menjadi1,87%. Secara tahunan, NPL gross perbankan menurun sebesar 0,30% dari 2,17%. [ardi]

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Cashbac Kembali Bikin Promo Tanggal Tua Rasa Muda

NERACA Jakarta - Bagi banyak orang, tanggal tua diwajibkan untuk menghemat pengeluaran. Tapi, kini Cashbac melepaskan kekhawatiran tersebut dengan menghadirkan…

PPATK Berhasil Mitigasi Pencucian Uang Senilai Rp10,39 Triliun

    NERACA   Jakarta - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatatkan angka mitigasi pencucian uang yang berhasil…

Pemerintah Tambah Anggaran Subsidi FLPP Rp8,6 Triliun

    NERACA   Jakarta - Pemerintah menyetujui permintaan dari tiga asosiasi pengembang perumahan, yaitu Real Estate Indonesia (REI), Asosiasi…