AAUI Menilai Asuransi Lokal “Lari Kencang” - Kinerja Asuransi Umum Positif

NERACA

Jakarta - Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menilai bahwa industri asuransi lokal tidak perlu khawatir dengan maraknya asuransi asing yang mulai tertarik memasuki pasar dalam negeri. Kepala Bidang Statistik, Teknologi Informasi, Riset dan Analisa AAUI, Budi Herawan, mengaku industri asuransi dalam negeri masih kencang dan akan tumbuh dalam beberapa waktu ke depan.

Sementara tahun ini saja, lanjut dia, banyak asuransi lokal yang tumbuh di atas 20%, diantaranya seperti PT Asuransi Sinar Mas dan beberapa asuransi lainnya. \\\"Kalau kita lihat pasar Indonesia itu unik dan hanya bisa dikerjakan oleh pemain dalam negeri. Makanya asuransi lokal masih terus bertumbuh,\\\" kata Budi di Jakarta, Jumat (15/3) pekan lalu.

Dia juga mengatakan, sejumlah industri asuransi asing kerap gagal seperti Asuransi Allianz Utama yang gagal bertumbuh dengan baik. Bahkan asuransi lokal yang diakusisi asing, seperti PT Asuransi Jaya Proteksi yang diambil oleh Asuransi ACE INA International, juga belum bertumbuh secara signifikan.

Mengenai permodalan juga menurutnya masih dapat ditangani dengan perkiraan modal dalam jangka panjang. Perusahaan lokal harus memaksimalkan premi sambil memaksimalkan laba dalam jangka panjang untuk menjaga likuiditas modal.

\\\"Jadi harus dijaga benar. Jika dalam dua tahun pertumbuhannya bagus maka perusahaan asuransi lokal bisa bertahan dalam dua tahun ke depan,\\\" tukasnya. Budi juga mengatakan, AAUI mencatat pertumbuhan premi bruto industri asuransi umum di 2012 (unaudited), mencapai 13% atau sebesar Rp38,8 triliun dari periode tahun sebelumnya sebesar Rp34,3 triliun.

Dia memaparkan, jumlah tersebut didorong oleh premi asuransi kendaraan bermotor yang tercatat tumbuh 12,7% dari Rp10,2 triliun di 2011 menjadi Rp11,5 triliun. \\\"Pertumbuhan terbesar dicapai oleh lini usaha asuransi kendaraan bermotor dengan kenaikan nominal sebesar Rp1,3 triliun,\\\" jelas Budi.

Selain itu, untuk premi di lini usaha asuransi harta benda, AAUI mencatat adanya peningkatan 12,5% dari Rp9,6 triliun di 2011 menjadi Rp10,8 triliun di 2012. Kemudian lini bisnis asuransi kecelakaan dan kesehatan sebesar Rp5,1 triliun atau tumbuh 34,2% apabila dibandingkan perolehan di periode sama tahun sebelumnya Rp3,8 triliun.

Sedangkan bila dilihat dari klaim bruto, AAUI mencatat klaim tahun lalu mencapai Rp 17,1 triliun atau meningkat 34% dibandingkan 2011 sebesar Rp12,8 triliun. Peningkatan klaim ini paling besar ada pada lini usaha pesawat udara sebesar 614%, dan mengalami kenaikan sebesar Rp1,7 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan begitu rasio klaim tertinggi terjadi pada lini usaha pesawat udara sebesar 141%. [sylke]

BERITA TERKAIT

Tahun Politik Berikan Dampak Positif IHSG

NERACA Solo – Momentum politik seiring dengan pemilihan calon presiden dan anggota legislatif, diyakini tidak terlalu banyak berdampak terhadap industri…

Pasar Otomotif Indonesia Diprediksi Lebih Positif di 2019

NERACA Jakarta – Pengamat otomotif yang juga dosen Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu memprediksi pasar otomotif dalam negeri tahun…

HIMKI: Perang Dagang Mulai Berdampak Positif

NERACA Jakarta – Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Soloraya menyatakan perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dengan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

DP 0% Kendaraan Bermotor High Risk

  NERACA   Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) M Jusuf Kalla menilai kebijakan uang muka atau "down payment" (DP) nol…

OJK Siapkan Lima Kebijakan Dorong Pertumbuhan 2019

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan lima inisiatif kebijakan untuk mendukung pembiayaan sektor-sektor prioritas pemerintah,…

Bank Mandiri Targetkan Transaksi Digital Tumbuh 30%

      NERACA   Jakarta – SEVP Consumer and Transaction PT Bank Mandiri (Persero) Jasmin menargetkan transaksi digital melalui…