Surat Utang BRI Disematkan Peringkat BBB-

Lembaga pemeringkat Fitch Ratings menyematkan peringkat senior tanpa jaminan ‘BBB-’ kepada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan peringkat ekspektasi ‘BBB-(EXP)’ kepada surat hutang senior tanpa jaminan dalam mata uang dolar yang akan diterbitkan BRI.

Informasi tersebut disampaikan Fitch Ratings dalam siaran persnya di Jakarta akhir pekan kemarin. Disebutkan, dana dari hasil penerbitan surat hutang ini akan dipergunakan untuk memperkuat profil pendanaan berbasis mata uang asing.

Selain itu, Fitch juga menyatakan surat hutang diperingkat pada level yang sama dengan peringkat internasional jangka panjang Issuer Default Rating (IDR). Surat hutang ini mencerminkan kewajiban perusahaan yang bersifat langsung, kewajiban tanpa syarat, bukan merupakan hutang subordinasi dan tanpa jaminan dari perusahaan.

Peringkat final dari surat hutang yang akan dikeluarkan ini akan bergantung pada dokumen yang akan diterima dikemudian hari yang menkonfirmasikan informasi yang telah diterima sebelumnya.

Sementara itu, peringkat IDR BRI merefleksikan pandangan Fitch atas tingginya probabilitas dukungan dari pemerintah terhadap BRI bila diperlukan. Hal ini didasarkan pada kepemilikan mayoritas negara dan tingginya resiko sistemik dalam negeri sebagai bank domestik terbesar kedua dengan fokus pembiayaan mikro nasional.

Fitch menilai, kenaikan peringkat Negara (BBB-/Stable) mungkin dapat mengakibatkan perubahan peringkat IDR BRI. Penurunan profile keuangan bank secara standalone tidak akan mempengaruhi peringkat IDR BRI.

Namun, perubahan negatif atas pandangan Fitch terhadap kemauan dan kemampuan pemerintah Indonesia untuk mendukung BRI termasuk penurunan kepemilikan yang material atau penurunan peringkat negara dapat menyebabkan perubahan negatif pada peringkat bank. (bani)

BERITA TERKAIT

PUB Obligasi BRI Meleset dari Target - Mempertimbangkan Sisa Waktu

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan kondisi pasar yang tidak bakal menyerap seluruh obligasi, PT Bank BRI (BBRI) menyatakan telah menghentikan kegiatan…

Beban Utang vs Defisit APBN

Belakangan ini sejumlah pihak membuat “gaduh” melihat membengkaknya utang pemerintah Indonesia. Meski demikian, total utang Indonesia terus bertambah dari tahun…

BFI Finance Siapkan Dana Rp 335 Miliar - Utang Sebelum Jatuh Tempo

NERACA Jakarta – Perusahaan pembiyaan, PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) mengungkapkan kesiapan perseroan memenuhi kewajiban pembayaran utang yang akan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Keadilan Akan Batasi Ruang Genderuwo Ekonomi

Istilah genderuwo mendadak viral setelah dicetuskan Presiden Jokowi untuk menyebut politikus yang kerjanya hanya menakut-nakuti masyarakat, pandai memengaruhi dan tidak…

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…