BEI Tidak Batasi Porsi Asing - Kepemilikan Saham

NERACA

Jakarta- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan tidak pernah merumuskan komposisi kepemilikan saham bagi investor asing dan lokal. Hal tersebut dimaksudkan untuk menumbuhkan pasar modal Indonesia. “Kita tidak pernah punya rumus berapa keseimbangan investor asing dan lokal. Yang kita inginkan, investor asing tetap menambah kepemilikan dan investor domestik juga lebih banyak lagi.”kata Direktur Utama BEI, Ito Warsito di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurutnya, upaya untuk menambah investor lokal di pasar modal, tidak berarti mengurangi porsi kepemilikan asing. Justru sejauh ini pihaknya sedang berupaya untuk mengundang investor asing untuk mendukung pasar modal. “Kalau tercapai itu sangat bagus, tetapi bukan dengan mengusir asing. Kita justru semakin banyak mengundang investor asing,” ujarnya.

Dalam upaya mendorong investor lokal, lanjut dia, pihaknya telah melakukan himbauan, edukasi dan sosialisasi, baik kepada individu, maupun institusi seperti asuransi dan dana pensiun. Namun, hal tersebut akan kembali kepada keputusan masing-masing pihak.

Kepala Bagian Pengembangan Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Lucky Bayu Purnomo mengatakan, untuk menggaet investor ataupun pemodal dan menjadikan pasar saham menarik, pihak otoritas dan regulator perlu menggali sentimen positif yang paling fundamental. Utamanya, berani memberikan kepastian hukum dengan sikap yang tegas terhadap permasalahan yang terjadi di pasar modal.

Kepastian Hukum

Dia menambahkan, permasalahan hukum harus menjadi konsentrasi utama saat ini. Pasalnya, aksi korporasi apa pun tidak akan berpengaruh signifikan jika investor masih dihantui rasa takut atas risiko dan ketidakjelasan hukum.

Oleh karena itu, langkah ini akan dapat mendukung pihak otoritas dalam melakukan penyuluhan dan himbauan berinvestasi kepada masyarakat. “Kuncinya pada penyampaian informasi. Diperlukan adanya statemen yang tegas mengenai regulator pasar modal.” jelasnya.

Hal lain yang diperlukan, lanjut dia, yaitu mendorong agar perusahaan-perusahaan swasta di Indonesia dapat melepas sahamnya ke publik melalui mekanisme penawaran saham umum perdana (Initial Public Offering/ IPO). Selain itu, bisa juga diupayakan adanya penerbitan obligasi oleh pemerintah. “Bisa dengan upaya penerbitan obligasi yang dibeli negara sendiri atau pemerintah melakukan buyback.” ucapnya.

Menanggapi pertambahan jumlah investor, analis dari Trust Securities, Reza Priyambada pernah mengatakan, untuk mendukung pertumbuhan pasar modal ke depan yaitu pihak otoritas perlu mengupayakan secara serius langkah untuk memperbanyak jumlah investor lokal. Pasalnya, investor asing yang tercatat banyak melakukan aksi beli dan mendukung penguatan indeks bisa keluar kapan saja.

Artinya, bisa terjadi pelarian dana asing (outflow) secara tiba-tiba dan bursa saham pun terancam jatuh. Selain itu, dia menilai, potensi investor lokal sebenarnya masih cukup besar bahkan lebih hebat dari investor asing. Hanya saja, sejauh mana upaya yang telah dilakukan pihak otoritas, seperti melakukan edukasi kepada masyarakat. (lia)

Related posts