PGN Ekspansi di Blok Ketapang Jawa Timur - Pengembangan Bisnis Dari Hulu

NERACA

Jakarta– PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) serius melakukan pengembangan bisnis usaha dengan masuk ke sisi hulu minyak dan gas melalui penyertaan kepemilikan entitas anak, PT Saka Energi Indonesia (SEI), “Aksi korporasi penyertaan kepemilikan entitas anak, merupakan yang pertama bagi perseroan sebagai bentuk realisasi pengembangan bisnis dan komitmen untuk memperkuat ketahanan pasokan gas jangka panjang,”kata Direktur Utama Perusahaan Gas Negara, Hendi Prio Santoso di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Menurutnya, perseroan telah menandatangani kesepakatan untuk penyertaan di dua Blok Production Sharing Contact (PSC) dalam negeri. Adapun penyertaan Participation Interest (PI) pertama, yaitu di Blok Ketapang PSC, Jawa Timur, sebesar 20% dari Sierra Oil Services Ltd.

Blok tersebut, lanjut dia, dioperasikan oleh Petronas Carigali yang sekaligus memiliki kepemilikan sebesar 80%. Blok Ketapang PSC ini diperkirakan memiliki cadangan setara dengan 84 juta barel minyak (84MMBOE). Pada puncaknya blok tersebut diperkirakan akan memproduksi minyak sebesar 25.000 barel per hari dan gas sebesar 50 juta kaki kubik per hari. Pihaknya berencana akan memulai produksinya pada tahun 2014.

Dia mengatakan, saat ini PGAS bersama dengan SEI masih mencari peluang lainnya untuk penyertaan di hulu minyak dan gas bumi yang lain. Pasalnya, hal tersebut juga menjadi bagian dari peningkatan pelayanan kepada pelanggan. \"Perusahaan Gas Negara akan terus mencari peluang di sisi hulu dengan melakukan penyertaan kepemilikan pada lapangan minyak dan gas potensial untuk memperkuat portofolio bisnis energi,\" paparnya.

Terminal Terapung

Sementara untuk memenuhi pasokannya di Lampung, Hendri pernah mengatakan, ke depan, PGN LNG akan mengoperasikan terminal penerima dan regasifiaksi LNG terapung (LNG FSRU) di Lampung dan mengusahakan pasokan LNG bagi FSRU Lampung untuk memenuhi permintaan gas di wilayah Jawa Barat dan sekitar Lampung.

PGN LNG telah menandatangani LNG Master Sales and Purchase Agreement (MSPA) dengan beberapa pemasok LNG untuk mendapatkan pasokan dari spot market. Namun demikian, masih dilakukan upaya untuk mendapatkan kontrak pasokan jangka panjang, terutama dari pemasok di dalam negeri.

Pengembangan bisnis hilir melalui anak Perusahaan PT Gagas Energi Indonesia (GEI) juga telah memperluas akses pasar dan pasokan. Pada tahun 2012, pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk menaikkan harga gas di hulu ke tingkat harga keekonomian.

Kata Hedri, hal ini sejalan dengan kenaikan harga energi secara global dan bertujuan untuk menstimulasi produksi gas di Indonesia bagi kepentingan domestik. Kebijakan ini berdampak pada kenaikan harga beli gas rata-rata PGN dari pemasok. Di tahun 2012, harga beli gas rata-rata dari pemasok naik sebesar 61%.

Sesuai dengan keputusan Menteri ESDM untuk mengintegrasikan penyesuaian harga gas di sisi hulu dan hilir, perseroan telah memberlakukan penyesuaian harga jual rata-rata kepada pelanggan sebesar 24% per MMBtu mulai 1 September 2012.

Asal tahu saja, sepangang tahun 2012, PGAS mencatatkan laba bersih sebesar US$ 890,89 juta atau sekitar Rp 8,5 triliun, naik 30% dari perolehan laba tahun 2011 sebesar US$ 680,80 juta atau Rp 6,5 triliun. Perseroan juga mencatatkan laba usaha US$ 1,02 miliar dan EBITDA US$ 1,19 miliar. (lia)

Related posts