Regulasi Insentif Keluar Bulan Depan - Program Mobil Murah

NERACA

Karawang - Menteri Perindustrian,MS Hidayat mengatakan regulasi insentif mobil murah ramah lingkungan (Low Cost Green Car/LCGC) akan segera keluar keluar dan berlaku bulan depan. \"Pokoknya dalam bilangan minggu, mungkin dua minggu. Nanti mungkin mulai berlakunya mulai April,\" katanya, seusai menghadiri peresmian pabrik Toyota Motor Manufacturing Indonesia di Karawang, akhir pekan lalu.

Menurut Hidayat, regulasi telah melalui proses administrasi dan tidak menemui hambatan. Kementerian terkait, kata dia, menyepakati substansi regulasi tersebut. Namun, Hidayat masih enggan memerincikan isi dari regulasi itu. Dia hanya mengatakan regulasi mencakup semua jenis mobil yang masuk dalam program penghematan bahan bakar.

Dalam aturan itu, kata dia, LCGC akan mengadopsi teknologi mesin untuk Euro 2. Dia juga mengimbau LCGC untuk menggunakan bahan bakar nonsubsidi. \"Sekarang saya dan produsen sedang mengatur bagaimana caranya agar itu compulsory. Sebab, kalau kami bilang compulsury, tapi diam-diam isi premium, sama saja,\" katanya

Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi, Kementerian Perindustrian, Budi Darmadi, mengatakan regulasi itu mengatur pemberian potongan pajak penjualan barang mewah (PpnBM) sebesar 25-100 %. \"Ada diskon PpnBM, ada yang 25, 50, dan 100 %,\" katanya

Menurut dia, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh produsen mobil hijau jika ingin menikmati insentif diskon PPnBM tersebut. Persyaratan yang dipenuhi terkait dengan kondisi kapasitas mesin, konsumsi bahan bakar, persyaratan alih teknologi, serta tingkat kandungan dalam negeri. Jenis kendaraan juga akan menjadi pertimbangan pemerintah dalam pemberian diskon PPnBm.

Dalam kesempatan yang sama,Hidayat juga mengungkapkan perkembangan industri kendaraan bermotor di Indonesia terus menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan, di mana pada tahun 2012 produksi kendaraan bermotor roda empat mencapai lebih dari 1 juta unit atau naik sekitar 20% dibanding tahun 2011. Perkembangan ini diperkirakan terus meningkat seiring dengan makin membaiknya indikator makro ekonomi nasional serta adanya upaya untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur di bidang transportasi.

Pabrik Kedua Toyota

Mantan Ketua kadin ini juga memberikan apresiasi kepada Toyota Motor, Co atas kepercayaannya menjadikan Indonesia sebagai basis produksi Toyota di luar Jepang dengan menanamkan investasi untuk pembangunan pabrik kedua di Karawang dan memproduksi Toyota Etios, yang akan beroperasi di bawah PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). “Acara pada hari ini merupakan bukti bahwa TMMIN terus berperan aktif dalam mengembangkan industri kendaraan bermotor di Indonesia,” tegas Menperin.

Dapat disampaikan, TMMIN akan menginvestasikan sebesar Rp. 3,3 triliun untuk membangun pabrik kedua di Karawang dan diperkirakan sebanyak 1.100 orang tenaga kerja akan terserap. Saat ini, kapasitas produksi pabrik kedua TMMIN di Karawang sekitar 70.000 unit pertahun dan akan ditingkatkan hingga 120.000 unit per tahun pada awal 2014.

Sedangkan, kapasitas produksi pabrik pertama TMMIN di Karawang saat ini sekitar 110.000 unit per tahun dan akan ditingkatkan mencapai 130.000 unit per tahun pada September 2013. Dengan demikian, total kapasitas produksi Pabrik TMMIN Pertama dan Kedua di Karawang akan menjadi 250.000 unit per tahun.

TMMIN sebagai salah satu pelaku industri otomotif terbesar di Indonesia saat ini, diharapkan dapat menjadi pelopor dalam pengembangan industri komponen berdaya saing tinggi, serta lebih memberikan perhatian pada peningkatan penguasaan kemampuan teknologi dalam negeri melalui pengembangan R&D terapan, sehingga pada akhirnya industri kendaraan bermotor roda empat secara utuh dapat dikuasai.

Selain itu, pengembangan sumber daya manusia baik di pabrik maupun bengkel-bengkel kendaraan bermotor perlu terus dilakukan agar dapat menghasilkan sumber daya manusia berkualitas, yang pada akhirnya dapat meningkatkan keunggulan kompetitif industri otomotif nasional.

Sejalan dengan pertumbuhan pasar dalam negeri yang cukup menggembirakan, selain ekspor Completely Knocked Down (CKD) dan komponen, kegiatan ekspor Completely Built Up (CBU) kendaraan bermotor roda empat juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari 107 ribu unit pada tahun 2011 menjadi 173 ribu unit pada tahun 2012. Selain terjadi peningkatan volume ekspor, jumlah negara tujuan ekspor juga mengalami peningkatan.

Diharapkan dengan mulai diproduksinya Toyota Etios di Indonesia, tidak hanya pasar dalam negeri saja yang akan mendapatkan manfaatnya, namun kedepan mobil tersebut diharapkan mampu mengisi pasar ekspor terutama untuk kawasan ASEAN, sekaligus untuk membantu mewujudkan posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan industry kendaraan bermotor di kawasan regional. Selanjutnya, TMMIN diharapkan dapat meningkatkan volume ekspor baik dalam bentuk kendaraan CBU maupun CKD.

Dalam rangka memperkuat struktur industri otomotif nasional, Menperin juga mengharapkan TMMIN dapat terus meningkatkan nilai kandungan komponen dalam negeri dengan melibatkan lebih banyak pelaku industri komponen dalam negeri sehingga industri otomotif nasional dapat tumbuh dan berkembang secara terintegrasi.

Related posts