IPO Dyandra Bakal Kelebihan Permintaan - Dinilai Bisnis Prospektif

NERACA

Jakarta- PT Dyandra Media Internasional Tbk menetapkan harga saham perdana di kisaran harga Rp350 per lembar saham untuk 1,28 miliar saham yang dilepas ke publik atau 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Dari penetapan harga tersebut, perusahaan diproyeksikan dapat meraup dana sebesar Rp448,70 miliar.

Analis dari Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, meski memiliki bisnis yang berbeda dari bisnis usaha pada umumnya, namun dengan kinerja yang ditunjukkan calon emiten ini maka IPO yang akan digelar perusahaan diperkirakan akan menarik perhatian pelaku pasar. Bahkan akan mendapatkan apresiasi yang cukup tinggi. “Dengan mengasumsikan cukup besarnya minat pelaku pasar, diperkirakan minimal seharusnya dapat mengalami oversubscribes 4 kali dengan rentang 4 hingga 6 kali.” jelasnya di Jakarta, Kamis (14/3)

Menurutnya, pelaku pasar akan menilai bahwa perusahaan merupakan bagian dari salah satu grup media besar terintegrasi, di mana perusahaan diakui menguasai 80% pangsa pasar. Selain itu, perusahaan juga telah melakukan roadshow ketiga negara, Kuala Lumpur, Singapura, dan Hongkong dan mengklaim mendapatkan respon positif dari para investor.

Dari sisi pengembangan usahanya pun, lanjut dia, dinilai akan memberikan kontribusi yang cukup positif untuk kinerja perusahaan ke depan. Salah satunya, perusahaan telah mengakuisisi dua entitas anak usaha baru yang bergerak dalam bidang coorporate event dan brand activation event yaitu PT Visicita Imaji Semesta dan PT Fasen Creative Quality pada tahun 2012.

Selain itu, perusahaan pun saat ini tercatat sedang fokus pada pengembangan proyek pembangunan ruang pertemuan dan pameran untuk penyelenggaraan APEC, ataupun yang berlokasi di BSD City, Tangerang Selatan. Oleh karena itu, kata dia, investor akan melihat jejak rekam perusahaan dalam penyelenggaraan pameran yang menjadi bisnis utamanya dan pengembangan usaha yang dilakukan.

Maka dengan melihat prospek bisnis tersebut, jika harga pelepasan saham perusahaan dapat dilakukan pada harga Rp 350 maka secara PER tergolong tinggi. Akan tetapi, tingginya PER ini karena perusahaan melakukan pelepasan saham yang meningkat 1,4 kali dibandingkan jumlah saham beredar sebelum IPO sehingga menghasilkan nilai EPS yang menurun.

PERnya Dinilai Rendah

Dia menilai, jika dilihat dari bisnisnya perusahaan akan dimasukkan dalam sektor perdagangan. Jadi, apabila dibandingkan dengan PER perusahaan yang berdasarkan perkiraan kinerjanya pada tahun 2012 akan menghasilkan PER 74,98 kali. Oleh karena itu, apabila dibandingkan dengan PER rata-rata industri perdagangan maka PER dari perusahaan masih lebih rendah, di mana PER rata- rata industri perdagangan sebesar 78,32 kali.

Dalam rencana pelaksanaan penawaran saham umum perdana (Initial Public Offering/IPO) ini, perusahaan berencana akan menggunakan dana tersebut antara lain untuk pengembangan usaha dalam bentuk peningkatan penyertaan modal pada entitas anak sebesar 54%, sekitar 42% akan digunakan untuk pelunasan utang kepada PT Bank CIMB Niaga Tbk, dan 4% akan digunakan untuk modal kerja perseroan.

Perseroan juga mengadakan program alokasi karyawan sebesar 5% dari jumlah saham yang ditawarkan dalam penawaran umum perdana atau sekitar 64,10 juta saham. Selain itu, perseroan juga akan menerbitkan opsi saham untuk program pemberian opsi pembelian saham kepada manajemen dan karyawan sebanyak-banyaknya sebesar 2,5%. (lia)



Related posts