KELANJUTAN PEMBANGUNAN PASAR CIPEUJEUH Disperindag Kab. Cirebon Meminta Lelang Segera Dilaksanakan

NERACA

Cirebon –Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cirebon, mengaku khawatir dengan belum terlaksananya lelang lanjutan pembangunan Pasar Cipeujeuh, tahun angaran 2011. Kadisperindag Kabupaten Cirebon Haki, meminta agar proses lelang lanjutan pembangunan pasar Cipejeuh senilai Rp 700 juta, secepatnya dilaksanakan oleh panitia ULP di Setda Kabupaten Cirebon.

“Pembangunan lanjutan pasar Cipejeuh sudah siap. Hanya saja sampai sekarang belum dilelangkan. Untuk itu kami meminta secepatnya dilaksanakan lelang itu. Saya sudah memerintahkan Kabid Pasar untuk menanyakan pelaksanaan lelang ini ke ULP di Pemda,” kata Haki kepada Harian Ekonomi NERACA di Cirebon via telepon selulernya, Selasa (14/6).

Menurut Haki, pembangunan pasar Cipeujeuh rencananya menghabiskan anggaran senilai Rp 3 miliar lebih, yang dibangun dalam tiga tahap. Pembangunan tahap pertama tahun 2010 sudah selesai dilaksanakan dengan anggaran Rp 660 juta. Dananya sendiri berasal dari APBD Provinsi Jabar. Sedang untuk tahap ke dua tahun 2011ini, anggarannya sekitar Rp. 700 juta, dengan bantuan anggaran Kabupaten Cirebon.

“Tahun ini dianggarkan Rp 700 juta. Rencanya pasar ini akan selesai pada tahun 2012. Untuk anggarannya, saat ini kami masih mengajukan. Entah dari provinsi atau kabupaten, kami belum tahu. Namun yang pasti, tahun depan pembangunan pasar ini akan terealisasi,” janji Haki.

Namun Pejabat Tekhnis Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kabupaten Cirebon, Yedi A Priyatna menyebutkan, total anggaran pembangunan berdasarkan RAB mencapai Rp 3,1 miliar. Tahun ini lanjutan dia, pembangunan pasar Cipejeuh dianggarkan Rp 700 juta dengan lelang LPSE.

Yedi menyebutkan, anggaran sebesar itu akan digunakan untuk membangun pagar keliling, saluran gorong-gorong, pembangunan 14 kios dan kantor pengelola pasar. Sebelumnya lanjut Ydia, pada tahun 2010 dari anggaran Rp. 660 juta digunakan untuk membangun bangunan atap.

“Berdasarkan gambar RAB, secara keseluruhan total kiosyang akandibangun adalah sebanyak 57 kios, 164 los, dan 70 tempat lemprakan, serta 7 toilet dan 1 Musholla. Kalau masalah lelang, tanya semua kpihak ULP dan LPSE,” tukas Yedi.

Sumber-sumber yang berkompeten Neraca di Pemkab Cirebon menyebutkan, belum dilelangkannya pembangunan pasar Cipeujeuh, lebih dikarenakan masalah tekhnis. Pihak ULP dan LPSE mengaku, tidak mau gegabah mengelola masalah proyek, karena harus jelas dulu apakah dana yang akan dipakai, ada atau tidak.

Tuduhan yang menyebutkan, bahwa adanya lelang LPSE menghambat jalannya proyek, tidak benar sama sekali. LPSE menurut sumber yang enggan disebutkan namanya ini, mengaku hanyalah dapur untuk mengolah bahan yang memang sudah benar-benar ada. Pihak LPSE mengaku tidak mau, pembangunan pasar Cipeujeung seperti tahun kemarin yang sebetulnya belum matang dalam hal perencanaan.

Sumber lain menyebutkan, sebetulnya keuangan Pemkab Cirebon sudah siap dengan dana sebesar Rp 700 juta tersebut. Namun, hingga saat ini pihak keuangan sedang mengusulkan tambahan dana kepada Provinsi Jabar. Nilainya yang diusulkan sebesar kurang lebih Rp 1,5 miliar.

BERITA TERKAIT

Stimulus Investasi - Pemerintah Segera Gelontorkan Insentif ‘Super Deductible Tax’

NERACA Jakarta – Pemerintah segera merealisasikan skema pemberian insentif fiskal berupa keringanan pajak untuk industri yang berinvestasi untuk kegiatan vokasi…

Rp1,1 Triliun Digelontorkan Untuk Revitalisasi 1.037 Pasar

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,1 triliun untuk melakukan revitalisasi 1.037 pada 2019. "Total Rp1,1 triliun anggaran…

MRT Dinilai Tak Pengaruhi Pasar Otomotif

    NERACA   Jakarta - Pasar otomotif di wilayah Jakarta dan sekitarnya dinilai tidak akan terpengaruh dengan kehadiran Moda…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Menkop dan UKM: Pariwisata Akar Pengembangan KUMKM

Menkop dan UKM: Pariwisata Akar Pengembangan KUMKM NERACA Garut - Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga menegaskan, bila suatu daerah…

Menteri LHK: Posisi Jokowi Sangat Tegas Hutan untuk Kesejahteraan Rakyat

Menteri LHK: Posisi Jokowi Sangat Tegas Hutan untuk Kesejahteraan Rakyat NERACA Malang - Menteri LHK Siti Nurbaya menilai, yang dimaksud…

BPBD Kota Sukabumi Gelar Raker - Stok Logistik Tergolong Aman

BPBD Kota Sukabumi Gelar Raker  Stok Logistik Tergolong Aman NERACA Sukabumi - Untuk menimalisir bencana di kota Sukabumi, Badan Penanggulangan…