BTPN Sikapi Dingin Soal Akuisisi Bank Jepang

NERACA

Jakarta–Kabar rencana bank Jepang Mistubishi UFJ Financial Group Inco bakal mengakuisisi PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN), disikapi dingin oleh manajemen Bank BTPN.

Direktur Kepatuhan Bank BTPN Anika Faisal mengatakan, pihaknya menyerahkan kepada pemegang saham.”Kami tidak mengetahui hal ini. Terus terang tidak tahu,” katanya di Jakarta,Kamis (14/3).

Namun demikian, Anika tidak menampik jika batas waktu lockup dari kepemilikan saham TPG di BTPN habis pada Maret ini.Apakah akan dijual atau tidak, Anika menyerahkan keputusan tersebut pada pemegang saham.“Tetap domain-nya ada di pemegang saham,” jelasnya.

Seperti diketahui, saham perseroan kabarnya menjadi incaran bank asal Jepang, Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. Untuk usaha tersebut, Mitsubishi UFJ kabarnya akan membeli saham BTPN dari TPG senilai US$ 1,6 miliar.

Lakukan MESOP

Selain itu, hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) menyepakati pelaksanaan management and employee stock option program (MESOP) atau memberi kesempatan terhadap karyawan untuk memegang saham perseroan sebanyak 3% atau175.208.618 lembar saham. “Ini pertama kali kami lakukan dan kita harapkan bisa mendorong semangat para karyawan dalam meningkatkan kinerja perseroan,” ujar

Dengan MESOP ini, lanjut Anika, saham perseroan akan terdilusi sebanyak 2,9%. Sementara untuk masalah harga sahamnya, saat ini masih belum ditentukan. Pasca MESOP, susunan kepemilikan saham perseroan akan berubah menjadi kepemilikan saham TPG Nusantara Sari turun menjadi 56,19% dari sebelumnya 57,59% dan kepemilikan saham publik turun menjadi 40,08% dari sebelumnya 41,28%.

Sebagai informasi, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) belum lama ini menawarkan obligasi berkelanjutan I tahap III tahun 2013 senilai Rp750 miliar. Disebutkan, BTPN menawarkan kupon bunga untuk seri A sebesar 7,65% berjangka waktu 3 tahun dan seri B sebesar 8,25% berjangka waktu 5 tahun. Penerbitan obligasi ini mengalami kelebihan permintaan hingga Rp1,5 triliun atau oversubscribed sebanyak 2 kali. (bani)

BERITA TERKAIT

Permen PUPR Soal Rusun Akan Dijudical Review

        NERACA   Jakarta - Para pengembang properti yang tergabung dalam Real Estat Indonesia (REI) dan Persatuan…

Gandeng Tiga Bank Syariah - Pertamina Siapkan Payroll Bagi Karyawan

NERACA Jakarta- PT Pertamina (Persero) menggandeng tiga bank Syariah BUMN sebagai mitra dalam pembayaran gaji dan sejumlah pembayaran personal karyawan…

SMF Kerjasama Operasional dengan Bank Penyalur KPR FLPP

    NERACA   Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama operasional dengan bank penyalur…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…