Telekomunikasi Sumbang NPL Terbesar BSB

NERACA

Jakarta - Porsi terbesar kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) PT Bank Syariah Bukopin (BSB) pada 2012 berasal dari sektor telekomunikasi. \"Dari NPL sebesar empat persen, separuhnya berasal dari sektor telekomunikasi,\" kata Direktur Utama BSB, Riyanto di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan untuk mengantisipasi terjadinya kredit bermasalah, pihaknya berupaya lebih selektif dalam menyalurkan kredit dan melakukan restrukturisasi terhadap kredit yang bermasalah. Pada 2013, pihaknya menargetkan NPL bisa mencapai tiga persen.

\"Kami targetkan di bawah lima persen. Kalau bisa mencapai tiga persen,\" katanya. Sementara itu, pada tahun ini juga, BSB menargetkan untuk membuka lima kantor cabang baru. Untuk lokasi kantor-kantor cabang ini tersebar di wilayah Yogyakarta, Semarang, Malang dan Pekanbaru.

Sementara satu lokasi kantor cabang masih belum dipastikan. \"Satu lagi masih belum ditentukan. Ada beberapa alternatif pilihan, seperti Bogor, Lampung atau Palembang,\" ungkap Riyanto. Untuk pembangunan satu kantor cabang, menurut dia, membutuhkan dana sekitar Rp500 juta.

\"Rata-rata investasi di luar sewa gedung, kami efisiensikan atau sekitar Rp500 juta,\" katanya. Tak hanya itu saja, Riyanto juga menargetkan kenaikan 50% volume tabungan pada tahun ini. \"Volume dari tabungan saat ini di posisi Rp350 miliar. Kita berharap bisa meningkat 50%,\" papar dia, optimis.

Menurut dia, target tersebut lebih dari rata-rata kenaikan pertumbuhan tabungan pada industri perbankan yakni 20%-30%. \"Dari sisi pertumbuhan termasuk agresif karena target pertumbuhan tabungan sekitar 50 persen itu melebihi rata-rata pertumbuhan tabungan industri,\" katanya.

Dia pun menjelaskan, kenaikan target volume tabungan salah satunya dari program Tabungan Berhadiah \"Berkah iB Siaga Berhadiah\" yang diluncurkan pada Rabu (13/3) lalu. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan porsi tabungan mencapai lebih dari Rp500 miliar dibandingkan posisi saat ini, yaitu Rp350 miliar.

Riyanto menambahkan, saat ini jumlah penabung di BSB mencapai 118 ribu akun rekening. Program tersebut merupakan salah satu strategi BSB untuk menghimpun dana masyarakat. \"Satu langkah BSB dalam memperebutkan dana tabungan masyarakat (DPK),\" tegas dia.

Saat ini, porsi Dana Pihak Ketiga (DPK) masih didominasi deposito dengan kontribusi sebesar 70%-75%. Sementara tabungan hanya menyumbang 15% dari total DPK. Dia pun menargetkan pertumbuhan tabungan bisa mencapai 30%-40% dari total DPK. Sementara porsi kredit pembiayaan BSB sebesar Rp2,6 triliun.

Di sisi lain, pihaknya mengharapkan dengan program tersebut bisa menambah porsi dari tabungan untuk kredit pembiayaan. \"Sebagian besar dana pembiayaan dari deposito. Harapannya dengan adanya program tabungan berhadiah ini bisa ikut menambah pembiayaan dan mengurangi porsi deposito,\" katanya. [sylke/ardi]

Related posts