“Kasus” Asuransi BJB Terus Disorot - Kabupaten Sukabumi

Sukabumi - Persoalan potongan asuransi kredit profesi di Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, terus mendapat sorotan dari kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Para PNS itu meminta pihak Bank Indonesia (BI) turun tangan dengan cara menyelidiki adanya dugaan permainan antara BJB dengan perusahaan asuransi PT Broadcase Insurance Broker (BIB). \"Aturan perbankan kan regulasi otoritasnya ada di BI. Kita ingin tahu, apakah asuransi kredit profesi ini masuk dalam laporan BJB ke BI, dan bagaiman mekanismenya,\" ungkap sejumlah PNS dilingkungan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) kepada NERACA, (Kamis 14/3).

Ahmad Supendi, perwakilan PNS kepada NERACA menyebutkan, persoalan saat ini bukan persoalan adanya itikad baik dari pihak asuransi yang ditunjuk BJB untuk mengembalikan kelebihan ptotongan asuransi. \"Tapi kita inginkan transparansi pihak BJB. Para PNS dan pensiunan sudah dikelabui. Ada itikad tidak baik dari BJB kepada debiturnya. Tak mungkin pihak BJB tidak paham soal asuransi. Tetapi mengapa mereka masih melakukan pemotongan saat terjadi pembaruan kredit profesi?,\" tandas Ahmad Supendi bertanya-tanya.

Ia menyatakan, apabila PNS melakukan kesalahan, pasti terkena sanksi. Pun demikian seharusnya BJB apabila terbukti lalai dan terbukti ada unsur kesengajaan merugikan debitur harus diberi sanksi oleh otoriter tertinggi di dunia perbankan, yakni BI.

Selain itu, dengan adanya kelebihan asuransi dari para debiturnya, berarti terjadi pengendapan uang debitur. \"Kita ingin mengetahui, apakah uang tersebut langsung disetorkan ke pihak asuransi yang ditunjuk, atau mengendap di BJB. Kita inginkan penjelasan ini,\" sahut dia.

Dalam kesempatan itu, PNS lainnya mendukung langkah Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Sukabumi, untuk terus menangani pengaduan dari PNS maupun pensiunan PNS. Mereka berharap, BPSK tidak terpengaruh akan intervensi dari pihak manapun. \"Ini menyangkut hak PNS dan pensiunan. Kita sangat mendukung langkah BPSK, dan berharap tidak terinvensi oleh kepentingan tertentu,\" tandas Aep, PNS dilingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi.

Di tempat terpisah, manajemen BJB Cabang Palabuhanratu, belum bisa dihubungi. \"Persoalan asuransi tersebut sebaiknya ditanyakan langsung ke Kepala Cabang, pak Erwin. Namun saat ini, pimpinan Cabang saat ini sedang umroh,\" ujar seorang pegawai BJB.

BERITA TERKAIT

ModalSaham Bekali Pengunjung Pameran Bisnis FLEI Tips Investasi dan Franchise

ModalSaham Bekali Pengunjung Pameran Bisnis FLEI Tips Investasi dan Franchise NERACA Jakarta - Reed Panorama Exhibitions bersama Kamar Dagang &…

Pertamina Peduli Kesehatan Warga Relokasi

Jakarta-Pertamina dinilai bertanggung jawab terhadap warga terdampak banjir rob di Desa Cemara Jaya Kecamatan Cibuaya Kabupaten Karawang beberapa waktu lalu.…

Langkah Baru Danone-AQUA Bangun Ekonomi Sirkular di Indonesia

Langkah Baru Danone-AQUA Bangun Ekonomi Sirkular di Indonesia  NERACA Jakarta - Danone-AQUA menandatangani Nota Kesepahaman dengan Re>Pal Indonesia untuk pengembangan…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Legislator Banten Minta Pemprov Perhatikan Jalan Lingkungan Kota Serang

Legislator Banten Minta Pemprov Perhatikan Jalan Lingkungan Kota Serang   NERACA Serang - Anggota DPRD Banten dari Fraksi Golkar Teguh Istaal…

Usaha Kuliner Kian Menggiurkan di Thamrin City

Usaha Kuliner Kian Menggiurkan di Thamrin City NERACA Jakarta - Pusat belanja Trade Mall Thamrin City Jakarta yang terkenal sebagai…

Potensi Doktor Unggul ASN Depok Tidak Dimanfaatkan Walikota - Program Mutasi Tahun Anggaran 2019 BKPSDM

Potensi Doktor Unggul ASN Depok Tidak Dimanfaatkan Walikota  Program Mutasi Tahun Anggaran 2019 BKPSDM NERACA Depok - ‎Walikota Depok perlu…