Peringkat AA+ Untuk Obligasi Indosat

Meskipun PT Indosat Tbk (ISAT) mengalami penurunan laba tahun 2012 sebesar 52,55% menjadi Rp417,4 miliar dibandingkan laba 2011 yang sebesar Rp879,7 miliar. Namun tidak menyurutkan peringkat perseroan. Pasalnya, Pefindo menetapkan peringkat perseroan dan obligasi V tahun 2007, obligasi VI tahun 2008, obligasi VII tahun 2009, dan obligasi VIII tahun 2012 di \"idAA+\".

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (14/3). Selain itu, peringkat sukuk ijarah II tahun 2007, sukuk ijarah III tahun 2008, sukuk ijarah IV tahun 2009, dan sukuk ijarah V tahun 2012 milik Indosar tetap berada di idAA+ (sy).

Kata analis Pefindo, Niken Indriarsih dan Boniarga Mangiring, outlook dari peringkat yang diberikan untuk periode 13 Maret 2013 sampai dengan 1 Maret 2014 tersebut adalah stabil.

Menurut mereka, peringkat mencerminkan dukungan yang kuat dari pemegang saham utama, posisi pasar perusahaan yang stabil, dan kinerja operasional yang stabil. Namun, kedua analis tersebut menambahkan, peringkat masih dibatasi oleh struktur permodalan perusahaan yang agresif dan ketatnya persaingan dalam industri telekomunikasi.

Indosat yang merupakan salah satu penyedia layanan telekomunikasi di tanah air ini, per 30 September 2012 lalu kepemilikan sahamnya dimiliki oleh Qatar Telecom (Qtel Asia) Pte, pemerintah (14,3%), SKAGEN Funds (5,6% dan publik (15,1%). (bani)

BERITA TERKAIT

BPJS Terapkan Urun Biaya untuk Tindakan Medis Tertentu

NERACA Jakarta-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan urun biaya dengan peserta untuk tindakan medis tertentu. Penerapan skema ini khusus…

Ford Rencanakan Teknologi Nirkabel Baru Untuk Mobil

Ford Motor Co mengatakan pada Senin (7/1) bahwa pihaknya berencana untuk meluncurkan teknologi nirkabel untuk model kendaraan baru di Amerika…

Pemerintah Perbaiki Regulasi untuk Tekan Kecelakaan Kerja

NERACA Jakarta - Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) akan memperbaiki regulasi untuk memastikan tingkat kepatuhan perusahaan dalam rangka untuk menekan angka…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Dua Putra Utama Terkoreksi 57,96%

Emiten perikanan, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) laba bersih di kuartal tiga 2018 kemarin sebesar Rp35,9 miliar atau turun…

BEI Suspensi Saham BDMN dan BBNP

PT  Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara waktu perdagangan dua saham perbankan yang direncanakan akan melakukan merger usaha pada perdagangan…

Chandra Asri Investasi di Panel Surya

Kembangkan energi terbarukan yang ramah lingkungan dalam operasional perusahaan, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menggandeng Total Solar untuk menghasilkan…