Ekspor Sepeda Motor Stagnan - Bisa Diproduksi Semua Negara

NERACA

Jakarta - Kinerja kinclong penjualan sepeda motor di pasar dalam negeri yang pada 2011 silam mencapai 8,01 juta unit dan di 2012 mencapai 7,3 juta unit ternyata tidak diikuti oleh penjualan yang memuaskan di luar negeri. Dibanding tahun lalu, jumlah ekspor motor stagnan, hanya mencapai 600 ribu unit.

Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata menyatakan, saat ini jumlah motor yang diekspor mencapai 1,4% dari total produksi, atau setara 600.000 unit. Alasannya, banyak negara membuat sepeda motornya sendiri. \"Mereka pun punya pengembangan industri sepeda motor sendiri, itu sebabnya sulit menambah ekspor sepeda motor kita, karena sama-sama negara berkembang,\" ungkapnya di Jakarta, Kamis (14/3).

Penjualan produk motor khas Indonesia di pasar luar negeri terutama untuk tipe bebek dan skutik mengalami stagnasi. Industri motor dalam negeri seolah melempem saat produknya diekspor ke luar negeri. Tiga wilayah yang menjadi tujuan ekspor skutik rakitan Indonesia adalah Bangladesh, Pakistan, dan kawasan Amerika Latin.

Sementara Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi mengatakan kesulitan industri sepeda motor tembus pasar dunia karena karakter industri ini yang condong untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. \"Teknologi yang mudah beda dengan mobil jadi alasan, selain investasi yang murah untuk membangun industri ini,\" katanya.

Dia juga mengatakan hampir semua negara mengembangkan industri sepeda motor sendiri. Sehingga membuat sepeda motor dari negara lain tidak dilirik. \"Asia tengah pun membuat sepeda motor sendiri, seperti Bangladesh dan negara lainnya,\" ujarnya.

Budi menegaskan karakter industri sepeda motor umumnya hanya untuk konsumsi dalam negeri. Jarang sekali produknya diekspor. \"Indonesia bisa saja mengejar pasar Afrika, tapi suatu saat saat ekonominya tumbuh mereka pun pasti memproduksi sendiri,\" ungkapnya.

Saat ini, di Indonesia ada sekitar 30 merek sepeda motor yang beradar di pasaran. Dan hampir semuanya diproduksi di dalam negeri serta merek asli Indonesia. \"Menang historisnya seperti ini, produk kebanyakan hanya buat dalam negeri,\" katanya.

Di Bawah 1%

Mengutip data AISI, ekspor sepeda motor pada periode Januari-Februari 2012 dibandingkan periode sama 2011 naik. Namun, prosentase ekspor sepeda motor masih di bawah satu persen, jika dibandingkan dengan total penjualan motor. Pada dua bulan pertama 2012, total penjualan sekitar 1,32 juta unit, sedangkan volume ekspor hanya 8.400-an unit.

Jika mengintip data ekspor tiga tahun terakhir, lonjakan volume pada 2012 sebenarnya lebih kecil dibandingkan tahun 2011. Pertumbuhan ekspor 2011 lebih besar dibandingkan pertumbuhan 2012. Tahun lalu, pertumbuhan ekspor mendekati 94% jika dibandingkan 2010.

Dari sisi volume, ekspor dua bulan 2012 merupakan rekor dalam tiga tahun terakhir. Maklum, pada 2010, ekspor motor baru sekitar 2.700-an unit, sedangkan tahun lalu 5.400-an unit. Ekspor tak terlalu menarik bagi produsen di Indonesia.

Pada Januari-Februari 2012, Suzuki mencatat lonjakan ekspor motor. Bila pada periode sama kontribusi ekspor Suzuki baru sekitar 0,06%, tahun ini melonjak menjadi 47,77%. Suzuki menjadi kontributor utama ekspor kali ini.

Sementara itu, Yamaha menempati posisi kedua (23,76%). Di belakangnya ada Kawasaki (16,99%), TVS (7,35%), dan Honda (4,13%). Tahun lalu, Yamaha menempati posisi pertama sebagai eksportir sepeda motor Indonesia.

Boleh jadi pasar ekspor sepeda motor tidak menarik bagi para anggota AISI. Maklum, pasar domestik masih cukup menggiurkan dengan pertumbuhan belasan persen per tahunnya. Sepanjang 2011, total penjualan sepeda motor menyentuh angka delapan juta unit. Rekor sepanjang industri sepeda motor bertumbuh di Indonesia. Angka itu bakal membubung, mengingat tahun ini ditaksir bakal bisa mendekati sembilan juta unit. Selain seksinya pasar domestik, ekspor tidak lagi menarik bagi anggota AISI, karena mayoritas prinsipal mereka memiliki pabrik di negara tujuan ekspor.

Secara regional pertumbuhan sepeda motor di ASEAN akan mencapai 10 juta tahun ini dengan sumbangan terbesar oleh Indonesia. Adapun rasio sepeda motor dengan jumlah penduduk Indonesia mencapai 1:5. Dari nilai pembiayaan sepeda motor yang tumbuh 10,44% tahun 2009, rasio kredit macetnya masih minim atau sekitar 2%. Dengan begitu ia tidak khawatir akan terjadi bubble dalam pemberian kredit. Bila dibandingkan dengan penjualan sepeda motor di China dan India masing-masing mencapai 32,9 juta unit dan 9,8 juta unit, pasar di Indonesia masih lebih rendah.

Related posts