Transaksi Ekspor via Mandiri Capai US$56,57 Miliar - Di 2012

NERACA

Jakarta – PT Bank Mandiri Tbk mencatatkan nilai transaksi eskpor sebesar US$56,567.12 miliar di akhir 2012, tumbuh 4%, dari US$ 54,424.11 miliar di akhir tahun 2011. Hal ini bisa dibilang cukup bagus karena ekspor nasional mengalami penurunan sebesar 7% pada tahun 2012, sedangkan nilai transaksi ekspor melalui Bank Mandiri tersebut setara dengan 29.8% nilai transaksi ekspor Indonesia di 2012.

“Kami ingin membantu mendorong peningkatan ekspor melalui layanan jasa perdagangan dan pembiayaan perdagangan, sehingga dapat membantu para eksportir nasional dalam melakukan penetrasi ke pasar internasional,” kata Zulkifli Zaini, Direktur Utama Bank Mandiri, dalam keterangan persnya Kamis, (14/3).

Zulkifli menambahkan bahwa dukungan Bank Mandiri terhadap pembiayaan ekspor itu diharapkan dapat mendorong peningkatan penerimaan devisa yang dibutuhkan negara untuk membiayai pembangunan ekonomi nasional.

Untuk memudahkan eksportir, Bank Mandiri juga memberikan nilai lebih dengan solusi dalam bentuk paket, guna meningkatkan kelancaranarus dana, dokumen/informasi dan arus barang. Rancangan solusi ekspor tersebut disesuaikan dengan tahapan aktivitasekspor nasabah, dimulai dari pra pengapalan hingga pasca pengapalan bahkan sampai pada pelaporan ekspor.

“Artinya, dalam memberikan solusi ekspor, Bank Mandiri mengawalinya dengan pemberian advisory mengenai jenis transaksi dan syarat/ketentuan sesuai dengan ketentuan perdagangan internasional yang berlaku serta risiko dan mitigasinya. Layanan Bank Mandiri juga diberikan dalam bentuk pembiayaan pra pengapalan untuk persiapan pengiriman barang (packing loan) mulai dari pembelian bahan baku dan pembantu, ongkos produksi atau pengadaan barang, maupun ongkos pengurusan, pengapalan barang ke negara tujuan (freight financing) dan cover asuransi (insurance financing),” paparnya.

Pasca pengapalan, Bank Mandiri memberikan pembiayaan dengan cara mengambil alih atau memberikan dana talangan berdasarkan dokumen ekspor yang diserahkan baik with recourse maupun without recourse, sehingga eksportir tidak perlu lama menunggu masuknya devisa hasil ekspor (DHE).

“Layanan kepada eksportir dilengkapi denganMandiri Global Trade, mandiri easy-RTE, mandiri e-fx dan Mandiri Cash Management, yang diberikan untuk memudahkan eksportir dalam menyerahkan dokumen ekspor secara elektronik (e-docs) kepada bank, mengajukan penarikan pembiayaan berdasar e-docs yang telah diperiksa dan disetujui bank, memantau masuknya DHE, melakukan konversi mata uang, membuat laporan sesuai regulasi, serta melakukan pembayaran kepada mitra bisnis,sampai dengan melaporkanRincian Transaksi Ekspor (RTE) secara online,” ungkapnya.

Untuk mendukung bisnis layanan perdagangan, pada akhir 2012 Bank Mandiri telah menjalin kerjasama dengan lebih dari 1200 bank koresponden, guna memperkuat 1810 jaringan kantor cabang dalam negeri dan tujuh kantor cabang luar negeri yang dimiliki perseroan.

Komitmen bank milik negara ini dalam mendorong ekspor nasional juga direalisasikan melalui kerjasama dengan stakeholder lain untuk memperkuat dampak yang dihasilkan. Salah satunya melalui kerjasama Pengembangan Ekspor ke Pasar Tradisional dan Non-Tradisional dengan Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam memperkuat ekspor, termasuk ke pasar non-tradisional seperti Afrika, Amerika Latin, Eropa Timur, Timur Tengah, Asia Tengah, dan Asia Tenggara.

”Sinergi (dengan ASEI dan Kemendag) ini diharapkan dapat menjaga risiko dalam memberikan pembiayaan ekspor, sehingga lebih banyak pembiayaan ekspor yang dapat diberikan terutama untuk ekspor ke negara non-traditional market,” tuturnya.

Melalui kerjasama tersebut, Kemendag, Bank Mandiri, serta ASEI akan memberikan pembinaan kepada pengusaha eksportir, menyelenggarakan kegiatan promosi, pembiayaan ekspor, juga memberikan penjaminan atas pembiayaan yang diberikan kepada eksportir. [ria]

Related posts