Beralihkan ke BBN, Hemat BBM Rp 28 T

Beralihlah ke BBN, Hemat BBM Rp 28 T

Tahun ini, subsidi BBM dalam APBN 20013 sebesar Rp 193,8 triliun. Namun, jika pemerintah mau melakukan konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar nabati (BBN), diyakini bakal menghemat hingga Rp 28 triliun.

Ide itu dilontarkan Director of Indonesia Center for Green Economy (ICGE) Darmawan Prasodjo. Menurut dia, BBN dapat dipakai sebagai campuran BBM. Biaya produksi BBN lebih murah dibandingkan dengan ongkos produksi BBM jenis premium dan solar.

Darmawan menjelaskan, dengan campuran kadar BBN sebanyak 15% dalam BBM. Subsidi BBM bisa dikurangi menjadi sekitar 40 juta kiloliter (KL) dari sebelumnya 47 juta kl. “Biaya produksi BBN yang sekitar Rp6.000 per liter, jadi bisa menghemat Rp28 triliun,\" kata Darmawan, dalam sebuah diskusi di Jakarta belum lama ini.

Menurut Darmawan, manfaat lain dari penggunaan BBN, antara lain sanggup menciptakan lapangan kerja baru. Dengan demikian dapat mempertahankan pertumbuhan ekonomi. \"Sedangkan dana subsidi BBM yang dihemat itu dapat digunakan sebagai petroleum fund untuk pendanaan dalam melakukan pemetaan cadangan migas di dalam negeri,\" ujarnya.

Namun, Darmawan mengakui rumitnya mengembangkan energy terbarukan. Saat ini sudah melibatkan 13 kementerian dan lembaga negara yang masing-masing berperan sebagai pengelola, perencana, pembuat regulasi, tata niaga hingga budgeting. Dia menyarankan, tata kelola energi terbarukan tadi cukup ditangani Kementerian ESDM saja sebagai regulator, dan BUMN sebagai pelaksana operasionalnya. Petani dan korporasi dapat berperan dalam kegiatan bisnisnya. (saksono)

Related posts