Gazebo Terinspirasi Rumah Panggung

NERACA

Biasanya ruang peristirahatan di tempat-tempat yang memiliki pemandangan alam nan hijau dan asri dibangun dengan gaya arsitektur yang unik dan berbeda. Orang menyebutnya bernuansa etnik atau tradisional. Konsep yang ingin dibangun tentu saja lebih dekat kepada alam,go green or back to nature. Rumah panggung misalnya.

Rumah panggung sebenarnya bukan merupakan gaya arsitektur yang baru. Sejak zaman dulu, arsitektur tradisional Indonesia sudah menerapkan arsitektur rumah panggung ini, seperti rumah-rumah tradisional orang melayu. Kini prinsip-prinsip rumah panggung ini masih sering digunakan untuk desain tempat peristirahatan modern. Seperti gazebo dengan konsep rumah panggung.

Keunikan rumah berkakiini juga menjadi kekayaan seni tersendiri yang tak ternilai harganya. Mulai dari bahan dan bentuk atap, konstruksi bangunan, tinggi rumah dengan tanah, teknik penyambungan dan perakitan, hingga asesoris-asesoris interior yang penuh makna simbolis maupun filosofis. Makna sebuah rumah panggung mungkin saja melebihi fungsi dan kegunaannya. Sebab, makna sesuatu hal sangat ditentukan oleh pengalaman, alam pikir, dan dunia kehidupan nyata pemiliknya.

Jika dilihat sekilas, rumah panggung memang menonjolkan fungsi dari pada makna. Lihat saja kolong rumah panggung yang bisa dijadikan ruang terbuka maupun ruang penyimpanan yang multifungsi dan efisien. Atau dinding rumah yang tidak seratus persen rapat sungguhagar menyegarkan penghuninya karena udara dengan bebas mengalir.

Nah..! salah satu bentuk gazebo bercorak rumah panggung yang cukup populer dan menjamur adalah gazebo ala saung (Sunda), huma batang (Kalimantan), Jineng (Bali), dan beruga (Lombok). Walau sebutannya beda-beda, tapi inspirasi utamanya tetap berasal dari rumah panggung yang ternyata telah lama menjadi warisan seni dan tradisi milik bangsa yang tersebar di Nusantara. Entah siapa yang lebih dulu memulai? Yang pasti, bentuk rumah panggung ini dikenal hampir di sebagian besar masyarakat Nusantara.

Related posts